OJK Nilai Tema Bisnis Indonesia Awards 2026 Penting di Masa Sulit

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi (Sumber Gambar : infobanknews.com)
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:46:26 WIB

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi berpendapat bahwa tema Where Growth Meets Strength yang diusung dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 sangat selaras dengan realitas dunia usaha saat ini. Tema tersebut dianggap menggambarkan urgensi untuk membangun pertumbuhan bisnis yang didukung oleh fondasi kokoh di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Friderica menerangkan bahwa kesuksesan sebuah perusahaan tidak cukup hanya dinilai melalui angka kinerja yang gemilang. Pertumbuhan harus berjalan selaras dengan penerapan tata kelola yang transparan, manajemen risiko yang mumpuni, serta dedikasi terhadap keberlanjutan di masa mendatang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Friderica menyatakan, "Tema yang dipilih Where Growth Meets Strength mencerminkan bahwa pertumbuhan yang baik itu bukan semata-mata melihat angka pertumbuhannya yang tinggi, tapi harus merupakan pertumbuhan yang ditopang oleh fundamental usaha yang kuat, tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta orientasi keberlanjutan jangka panjang."

Menurut pandangan Friderica, makna dari pesan tersebut semakin krusial karena pelaku usaha saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan besar. 

Tantangan tersebut mencakup dinamika geopolitik, hambatan perdagangan internasional, pengaruh perubahan iklim, hingga disrupsi digital yang mengubah peta ekonomi global.

Ia mengungkapkan bahwa lembaga internasional seperti IMF, World Bank, dan OECD memprediksi masa depan ekonomi dunia masih diwarnai oleh risiko perlambatan laju pertumbuhan. 

Selain itu, konflik geopolitik yang belum berakhir terus memicu tingginya inflasi global, yang mengakibatkan munculnya proyeksi bahwa masa suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Friderica menegaskan, "Kami semua memahami bahwa saat ini perekonomian global sedang berada dalam fase yang penuh tantangan dan penuh ketidakpastian."

Meski tekanan eksternal sangat kuat, Friderica mengamati bahwa kondisi ekonomi Indonesia sejauh ini masih memperlihatkan ketangguhan yang luar biasa.

Ia menjelaskan bahwa pada kuartal I/2026, pertumbuhan ekonomi dalam negeri berhasil mencapai angka 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa terbaik di antara anggota G20.

Lebih lanjut, industri jasa keuangan nasional pun dilaporkan tetap stabil dalam menghadapi guncangan global. Penyaluran kredit perbankan, piutang sektor pembiayaan, hingga kinerja industri asuransi dipastikan masih dalam posisi yang aman dan terkendali.

Sebagai catatan, Bisnis Indonesia Awards 2026 merupakan penyelenggaraan ke-24 sejak dimulai pertama kali pada tahun 2002. Ajang ini diadakan secara berkala sebagai bentuk apresiasi bagi perusahaan dan pelaku industri yang dinilai berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia.

Reporter: Gemilang Ramadhan