Atasi Pemadaman, PLN Tambah Pasokan 16,8 Juta Ton Batu Bara

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (Sumber Gambar : detik.com)
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:46:26 WIB

JAKARTA - PT PLN (Persero) telah sukses memastikan ketersediaan suplai batu bara bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sampai pengujung tahun ini. Perseroan akan memperoleh pasokan tambahan untuk batu bara kalori menengah-atas yang sempat kekurangan, hingga memicu terjadinya pemadaman bergilir.

PLN mengonfirmasi adanya tambahan alokasi batu bara dengan kalori 4.500 kkal/kg yang mencapai total 16,8 juta ton. Batu bara kalori menengah tersebut akan disalurkan secara bertahap ke PLTU sampai dengan Desember 2026.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "1,8 juta ton untuk suplai Juli, dan 3 juta ton per bulan dari Agustus hingga Desember," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

"Tentu saja dengan adanya (pasokan tambahan) ini, kendala penyediaan energi listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa, ini menjadi terkoreksi dan pemadaman bergilir berhasil diselesaikan dengan baik," tambahnya.

Darmawan menjelaskan lebih jauh bahwa pasokan ekstra sebanyak 1,8 juta ton di luar kontrak reguler disalurkan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Juli. Sementara itu, sisa volume tambahan sejumlah 3 juta ton per bulan dialokasikan untuk periode Agustus hingga Desember.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Dengan adanya tambahan batu bara berkalori 4.500 ke atas, sistem kelistrikan di Jawa yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman bergilir kini menjadi jauh lebih andal,” tuturnya.

Darmawan memaparkan bahwa masalah suplai listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa sebelumnya disebabkan oleh menipisnya cadangan batu bara dengan spesifikasi kalori tinggi yang diperlukan pembangkit. Selain itu, masalah ini semakin berat akibat situasi pasar domestik, di mana produksi batu bara nasional saat ini lebih banyak didominasi jenis kalori rendah, sementara volume produksi batu bara kalori sedang dan tinggi terus merosot.

Situasi pasokan yang tidak seimbang inilah yang mendasari PLN untuk meminta tambahan pasokan batu bara berkalori minimal 4.500 kkal/kg kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah kemudian merespons permintaan tersebut dengan menerbitkan instruksi penugasan khusus kepada produsen.

PLN menyampaikan penghargaan atas langkah cepat Kementerian ESDM dalam menjembatani kebutuhan suplai darurat ini. Pihak produsen batu bara pun memastikan realisasi kontrak untuk pengiriman bulan Juli telah berjalan, sementara sistem penugasan untuk bulan-bulan berikutnya hingga akhir tahun telah rampung dimatangkan.

Reporter: Gemilang Ramadhan