Harga Komoditas: Minyak Mentah Konstan, Timah Anjlok 1,3 Persen
JAKARTA - Nilai jual minyak mentah terpantau bergerak konstan di level paling rendah sebelum periode perang pada sesi perdagangan Kamis (2/7/2026), dipicu oleh momentum menjelang libur akhir pekan di wilayah Amerika Serikat (AS).
Menyitir laporan dari Bloomberg, komoditas West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Agustus mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen menuju posisi USD 68,69 per barel.
Di saat yang sama, tarif Brent untuk penyelesaian periode September terkerek naik 0,3 persen ke angka USD 71,80 per barel.
Batu Bara
Di sisi lain, harga jual untuk komoditas batu bara kedapatan melorot pada sesi penutupan perdagangan hari Kamis.
Berdasarkan data dari situs Barchart, nilai batu bara ICE Newcastle kontrak Juli 2026 tergelincir tipis sebesar 0,39 persen menjadi USD 129,10 per ton.
CPO
Nilai jual minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga memperlihatkan kurva penurunan pada sesi perdagangan Kamis.
Mengacu pada data resmi situs tradingeconomics.com, tarif CPO terkoreksi sebesar 1,12 persen ke posisi MYR 4.506 per ton.
Nikel
Untuk komoditas nikel, pergerakan harganya terpantau berada di zona merah pada sesi penutupan perdagangan Kamis.
Bersandarkan pada data London Metal Exchange (LME), nilai komoditas nikel menyusut tipis sekitar 0,64 persen menuju level USD 16.250 per ton.
Timah
Sementara itu, tren penurunan juga melanda harga komoditas timah pada sesi penutupan perdagangan Kamis.
Merujuk pada rilis data London Metal Exchange (LME), nilai jual timah merosot sebesar 1,30 persen hingga tertahan di posisi USD 50.960 per ton.