PPRE Jual Saham Lancarjaya Mandiri Abadi Rp1,6 Triliun

ILUSTRASI, Pemegang saham PT PP Presisi menyetujui divestasi saham PT Lancarjaya Mandiri Abadi senilai Rp1,6 triliun. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:55:50 WIB

JAKARTA - PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mendapatkan persetujuan resmi dari para pemegang saham untuk menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) pada Kamis (25/6/2026). Kesepakatan strategis ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Independen Tahun 2026 yang dilaksanakan di Jakarta.

Pengalihan aset kepada PT Lancarjaya Investama Abadi tersebut mempunyai nilai keseluruhan sebesar Rp1,6 triliun, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah korporasi ini diambil sebagai bagian dari strategi emiten berkode saham PPRE tersebut untuk memperkuat posisi likuiditas, memangkas beban bunga, menyelesaikan kewajiban kepada para kreditur, sekaligus menambah modal kerja operasional.

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Rizki Dianugrah menjelaskan bahwa kebijakan pemindahtanganan saham ini berjalan seiring dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN.

Transformasi yang konsisten ini diharapkan dapat mengoptimalkan portofolio bisnis perusahaan supaya lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasar domestik.

"Perseroan terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Rizki Dianugrah, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkait kondisi finansial, PPRE sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,95 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp3,94 triliun pada tahun buku 2025, naik dari periode sebelumnya yang sebesar Rp3,79 triliun.

"Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan strategi diversifikasi bisnis sekaligus menjaga produktivitas operasional," sambung Rizki Dianugrah, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun pendapatan mengalami kenaikan, PPRE harus mencatat rugi bersih sebesar Rp1,46 triliun pada tahun buku 2025, berbanding terbalik dari perolehan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp90,33 miIiar.

Di sisi lain, indikator rasio likuiditas (current ratio) emiten berada pada angka 1,15 kali, sedangkan rasio utang berbunga terhadap ekuitas berada di level 0,86 kali, yang menunjukkan bahwa keduanya masih berada dalam batas aman di bawah covenant kreditur.

Selain menyetujui langkah penjualan saham, agenda RUPSLB PPRE ini juga melakukan perombakan susunan pengurus internal pada jajaran dewan komisaris guna memperkokoh tata kelola organisasi ke depan.

Berikut merupakan susunan terbaru Dewan Komisaris PT PP Presisi Tbk pasca-pelaksanaan RUPSLB 2026: Struktur Dewan Komisaris PPRE 2026 :

Reporter: Gemilang Ramadhan