Pendapatan Naik, GTSI Tatap Ekspansi Bisnis LNG di Tahun 2026

ILUSTRASI, PT GTS Internasional Tbk. bersiap mengembangkan proyek regasifikasi LNG pada 2026. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:55:50 WIB

JAKARTA – Emiten pelayaran yang fokus pada pengangkutan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), PT GTS Internasional Tbk. (GTSI), sedang menyusun rangkaian strategi ekspansi untuk tahun 2026. Langkah strategis tersebut meliputi pengembangan proyek regasifikasi hingga analisis peluang untuk mengakuisisi armada kapal LNG carrier.

Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, menjelaskan bahwa perseroan akan melanjutkan ekspansi bisnisnya melalui pengembangan proyek regasifikasi. Selain itu, manajemen juga meninjau potensi kerja sama maupun akuisisi armada LNG carrier berskala menengah.

"Sepanjang tahun 2026, GTSI akan melanjutkan ekspansi bisnis melalui rencana pengembangan proyek regasifikasi, evaluasi peluang akuisisi atau kerja sama armada LNG carrier berkapasitas menengah dan penjajakan peluang kerja sama yang lebih luas di bidang LNG," kata Yon dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tidak hanya berfokus pada perluasan pasar, entitas usaha Grup Humpuss ini juga akan mengarahkan operasionalnya pada peningkatan utilitas kapal, optimalisasi biaya operasional serta pemakaian bahan bakar, hingga penguatan keandalan armada dan keunggulan operasional.

GTSI pun berniat memperkuat struktur permodalan serta disiplin keuangan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Yon menilai prospek industri LNG ke depan masih sangat cerah. Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA), permintaan gas untuk wilayah Asia Pasifik diperkirakan kembali tumbuh di atas 4% pada 2026, beriringan dengan proyeksi kenaikan pasokan LNG global yang mencapai lebih dari 7%.

Kondisi tersebut dinilai akan membuka fase ekspansi pasar yang prospektif bagi para pelaku industri pengangkutan LNG, termasuk GTSI.

“GTSI optimistis dapat terus mengambil peran dalam menjembatani kebutuhan energi antarwilayah kepulauan di Indonesia melalui distribusi LNG berbasis maritim,” tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping agenda ekspansi usaha, perusahaan menegaskan komitmen penuh terhadap aspek keberlanjutan. Pada tahun 2026, GTSI memastikan tetap menjalankan implementasi dari roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG) yang sudah dirancang sebelumnya.

Yon menerangkan bahwa GTS Internasional kini telah memasuki tahap performing, yaitu fase implementasi kebijakan sekaligus eksekusi berbagai proyek keberlanjutan yang telah tertuang dalam strategi ESG korporasi.

Sikap optimistis untuk melakukan ekspansi ini didukung penuh oleh kinerja keuangan perusahaan yang tumbuh positif sepanjang tahun 2025.

GTSI berhasil meraih total pendapatan sebesar US$34,7 juta atau meningkat 7,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$32,2 juta.

Kenaikan pendapatan ini utamanya ditopang oleh sektor jasa sewa kapal, yang menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai kisaran 98% terhadap total pendapatan selama periode tiga tahun ke belakang.

Pada tahun 2025, perseroan juga berhasil membukukan laba bersih senilai US$1,5 juta. Di saat yang sama, total nilai aset GTSI melonjak 32,25% menjadi US$149,2 juta dari posisi tahun lalu yang sebesar US$112,9 juta.

Pertumbuhan aset yang signifikan tersebut didorong oleh langkah penambahan armada kapal Danaputri 1, kenaikan nilai aset untuk keperluan aktivitas docking kapal, tambahan pos kas dan setara kas dari fasilitas pinjaman modal kerja, serta peningkatan piutang usaha dari sektor jasa operasi dan sewa kapal.

Yon mengimbuhkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihak perusahaan telah menjalankan strategi ekspansi serta diversifikasi portofolio bisnis dengan memperluas jangkauan operasional melalui penambahan armada kapal.

“Investasi ini tidak hanya memperkuat daya sang, tetapi juga mendukung pertumbuhan jangka panjang dalam industri logistik maritim yang semakin menantang,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain memperluas armada kapal, GTSI juga mengeksekusi berbagai inisiatif efisiensi untuk menjaga profitabilitas perusahaan. Faktor-faktor utama yang berhasil mendukung performa keuangan perseroan meliputi optimalisasi rute pelayaran, digitalisasi di sektor operasional, hingga pemanfaatan teknologi untuk pemantauan dan pengelolaan kapal.

Reporter: Gemilang Ramadhan