Libur Sekolah Jadi Katalis Positif, Cek Rekomendasi Saham Berikut Ini
JAKARTA – Momen libur sekolah pertengahan tahun diproyeksikan menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten di sektor konsumsi, ritel, transportasi, hingga pariwisata. Peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas belanja keluarga selama periode liburan dinilai berpotensi mendongkrak kinerja emiten yang memiliki eksposur langsung terhadap belanja rekreasi.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menyatakan bahwa libur sekolah adalah katalis musiman yang secara historis mampu mendorong konsumsi masyarakat. "Permintaan terhadap transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan biasanya meningkat selama periode liburan sekolah," ujarnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Alrich menilai kondisi ini berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan emiten di sektor tersebut, meski dampaknya cenderung terlihat pada kinerja kuartalan. Sejumlah sektor yang diprediksi menjadi penerima manfaat utama meliputi transportasi dan jalan tol dengan emiten terkait seperti BIRD dan JSMR.
Sementara itu, sektor konsumsi dan ritel juga diperkirakan menikmati lonjakan permintaan produk discretionary seperti pakaian, alas kaki, serta perlengkapan gaya hidup dengan emiten seperti MAPI, MAPA, dan ACES. Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) dengan area masuk di atas Rp2.900 per saham.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully, menyebut libur sekolah dapat menopang konsumsi rumah tangga di tengah sentimen global. "Secara domestik, momen libur sekolah biasanya mendukung konsumsi rumah tangga, terutama di sektor pariwisata, transportasi, ritel, dan makanan-minuman karena ada peningkatan aktivitas bepergian dan belanja keluarga," ujarnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Meskipun demikian, Rully menilai dampak positif tersebut tidak bersifat spektakuler, tetapi dapat membantu menahan pelemahan sentimen pasar dari faktor eksternal. Emiten yang paling sering menikmati sentimen ini adalah perusahaan yang terkait langsung dengan pariwisata dan ritel seperti MAPI dan AMRT.
Para analis mengingatkan investor untuk tidak hanya mengandalkan sentimen musiman karena konsumsi akan kembali normal setelah liburan usai. "Tantangan terbesar setelah periode libur sekolah adalah normalisasi permintaan. Aktivitas konsumsi dan mobilitas yang meningkat selama masa liburan berpotensi kembali ke level normal pada bulan berikutnya," ujar Alrich, sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Rully menambahkan bahwa arah pasar ke depan masih dipengaruhi faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga global, serta arus dana asing. Investor disarankan memanfaatkan saham yang diuntungkan momentum liburan untuk perdagangan jangka pendek, namun tetap fokus pada fundamental kuat untuk investasi jangka menengah hingga panjang.