Intip Prospek Bisnis JECX dan BACH yang Segera Melantai di Bursa

Ilustrasi: BACH melepas maksimal 615 juta saham baru dengan harga penawaran Rp 400–Rp 500 per saham. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:48:01 WIB

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia akan segera menyambut kehadiran dua emiten baru, yakni PT Nitrasanata Dharma, pengelola jaringan rumah sakit mata JEC Eye Hospitals & Clinics, dan PT Bach Multi Global yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi. Kedua perusahaan tersebut saat ini sedang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

PT Nitrasanata Dharma dengan kode saham JECX menawarkan maksimal sekitar 487,98 juta saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor pasca-IPO. Selain itu, JECX juga menawarkan 162,88 juta saham divestasi milik Dr. Waldenius Girsang, Sp.M(K) yang setara dengan 2 persen dari modal tersebut.

Saham baru dan divestasi ditawarkan dengan harga kisaran Rp 1.200–Rp 1.400. Secara total, JECX berpotensi meraup dana Rp 683,17 miliar, di mana Rp 455,45 miliar merupakan hasil dari saham baru dan Rp 227,72 miliar berasal dari saham divestasi.

Di sisi lain, PT Bach Multi Global (BACH) menawarkan maksimal 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor pasca-IPO. BACH menetapkan harga penawaran di kisaran Rp 400–Rp 500 per saham.

Melalui aksi korporasi ini, BACH berpotensi memperoleh dana segar antara Rp 246 miliar dan Rp 307,50 miliar. JECX mengalokasikan Rp 40 miliar untuk pelunasan pokok pinjaman ke PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Rp 100 miliar ke PT Bank HSBC Indonesia.

Sebanyak Rp 185 miliar dari dana IPO JECX akan disalurkan kepada perusahaan anak, yakni PT Nitra Sanata Bali, PT Orbita, dan PT JEC Candi Sejahtera. Sementara itu, BACH berencana menggunakan Rp 91,02 miliar untuk pembayaran utang ke PT Bank Permata Tbk dan Rp 213,48 miliar sisanya untuk modal kerja pembelian genset.

Manajemen JECX menjelaskan bahwa kinerja operasional mereka menunjukkan pertumbuhan dalam dua tahun terakhir, tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan pasien dan tindakan medis. “Peningkatan pendapatan tersebut mencerminkan pertumbuhan aktivitas layanan kesehatan mata yang dilakukan oleh grup perseroan selama periode tersebut,” ujar Manajemen JECX dalam prospektusnya, Senin (22/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pendapatan JECX pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 926,76 miliar, tumbuh 7,59 persen dari posisi tahun 2024 yang mencapai Rp 887,71 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh penguatan strategi pemasaran, adopsi teknologi medis, hingga perluasan jaringan layanan.

BACH melaporkan pendapatan tahun 2025 sebesar Rp 1,73 triliun, naik 39,66 persen dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 1,24 triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dari segmen penjualan dan penyewaan genset perusahaan.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengungkapkan bahwa investor perlu mencermati belanja modal operator telekomunikasi dan pergerakan harga komoditas untuk menilai prospek kinerja BACH. Terkait JECX, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah daya beli masyarakat kelompok menengah ke atas serta regulasi di sektor kesehatan nasional.

Nafan menyarankan investor untuk mengukur rasio valuasi seperti P/E dan PBV terhadap rata-rata industri. Investor juga diminta memperhatikan porsi dana IPO yang dialokasikan untuk ekspansi bisnis dibandingkan untuk pembayaran utang.

“Perhatikan juga jika ada porsi saham divestasi dari pemegang saham lama yang dijual ke publik, seperti pada skema JECX, karena dana dari porsi divestasi tersebut mengalir ke pemegang saham penjual, bukan masuk ke kas perusahaan untuk ekspansi,” jelas Nafan kepada Kontan, Senin (22/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Nafan menambahkan, porsi free float yang relatif kecil pada kedua perusahaan berpotensi menyebabkan pergerakan harga saham kurang likuid pasca-melantai di bursa. Meski demikian, kondisi tersebut justru dapat memicu volatilitas harga yang cukup tinggi di awal perdagangan.

Reporter: Akbar