Harga Pangan 24 Juni 2026: Beras Merangkak Naik, Cabai Rawit Merosot

Pedagang mensortir cabai rawit merah di Pasar. (Foto: kompas.com)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 24 Juni 2026 | 12:53:08 WIB

JAKARTA — Dinamika perkembangan harga komoditas pangan nasional di lingkup pasar tradisional pada Rabu (24/6/2026) secara umum diwarnai oleh lonjakan tarif beras serta minyak goreng.

Sebaliknya, komoditas jenis hortikultura beserta sumber protein hewani terpantau mencatatkan penurunan nilai jual.

Mengacu pada data yang dirilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, Rabu (24/6/2026), grafik harga beras memperlihatkan kenaikan pada mayoritas jenisnya. Nilai beras kualitas bawah I merangkak naik 6,48% ke angka Rp15.600 tiap kilogram.

Lalu, beras kualitas bawah II ikut terangkat 3,10% menjadi Rp14.950 tiap kilogram. Berikutnya, beras kualitas medium I mendaki 3,38% menuju Rp16.800 tiap kilogram.

Meski begitu, beras kualitas medium II terpangkas 0,93% ke level Rp15.950 tiap kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I menguat sebesar 0,85% menjadi Rp17.700 tiap kilogram, berbanding terbalik dengan beras kualitas super II yang terkoreksi 0,88% ke posisi Rp16.900 tiap kilogram.

Pada sektor bumbu dapur, harga untuk bawang merah ukuran sedang menyusut 1,57% menuju Rp53.400 tiap kilogram. Di lain sisi, komoditas bawang putih ukuran sedang naik sebesar 2,10% menjadi Rp43.800 tiap kilogram.

Fluktuasi harga pada kelompok cabai mayoritas bergerak lunglai. Cabai merah besar anjlok sebesar 8,74% menuju level Rp53.250 tiap kilogram. Berbeda nasib, komoditas cabai merah keriting justru terangkat hingga 2,40% ke level Rp57.700 tiap kilogram.

Sementara itu, nilai jual cabai rawit hijau merosot tajam hingga 32,23% menjadi Rp37.000 tiap kilogram dan tarif cabai rawit merah jatuh sebesar 15,54% ke posisi Rp65.200 tiap kilogram.

Untuk kelompok minyak goreng, nilai jual minyak goreng curah merangkak naik sebesar 1,21% menuju level Rp20.850 tiap liter. Minyak goreng kemasan bermerek I juga terpantau meningkat 1,24% ke posisi Rp24.500 tiap liter.

Kebalikannya, tarif untuk minyak goreng kemasan bermerek II melorot sebesar 2,58% menjadi Rp22.700 tiap liter.

Pada komoditas gula, nilai jual gula pasir mutu premium naik sebesar 1,48% menjadi Rp20.600 tiap kilogram. Namun, untuk gula pasir lokal didapati turun berkisar 1,57% menuju angka Rp18.800 tiap kilogram.

Tarif pasaran untuk sektor protein hewani pada pertengahan pekan ini cenderung bergerak melemah.

Daging sapi kualitas I terkoreksi sebesar 5,67% menjadi Rp140.650 tiap kilogram, sedangkan untuk daging sapi kualitas II meluncur turun 2,94% ke angka Rp135.400 tiap kilogram.

Tak hanya itu, nilai jual daging ayam ras segar ikut terpangkas 3,90% ke level Rp35.750 tiap kilogram. Adapun tarif tebus telur ayam ras segar terkontraksi sebesar 6,83% ke level Rp27.950 tiap kilogram.

Penyusutan nilai jual paling drastis pada hari ini dialami oleh komoditas cabai rawit hijau yang jatuh lebih dari 30%, disusul kemudian oleh cabai rawit merah serta daging sapi kualitas I.

Pada kutub yang berbeda, lonjakan tarif paling kentara dibukukan oleh beras kualitas bawah I dengan tingkat kenaikan mencapai 6,48% bila dibandingkan dengan masa perdagangan sebelumnya.

Reporter: Ibtihal