Daftar Lengkap Dua Belas Saham yang Cum Dividen pada 4 Juni 2026

Ilustrasi dividen (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 04 Juni 2026 | 13:49:10 WIB

JAKARTA – Pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghadapi tekanan berat pada awal Juni 2026. Kendati demikian, investor masih dapat mengoptimalkan pendapatan investasi melalui pembayaran dividen.

Hari ini, Kamis 4 Juni 2026, merupakan jadwal cum dividen bagi 12 saham. Beberapa di antaranya adalah PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) yang membagikan dividen Rp 80 per saham atau Rp 8.000 per lot, serta PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) dengan dividen sebesar Rp 125,6 per saham.

Cum dividen merupakan periode terakhir bagi suatu saham untuk memiliki hak dividen. Agar mendapatkan hak tersebut, investor wajib membeli saham paling lambat saat cum dividen dan menahannya hingga tanggal pencatatan.

Sejumlah emiten, mulai dari sektor sawit, batubara, hingga gas, dijadwalkan melaksanakan cum dividen tunai pada hari ini, dengan pembayaran yang akan direalisasikan pada Juni 2026. Berikut adalah daftar emiten yang dijadwalkan cum dividen pada Kamis (4/6/2026):

  1. AADI: US$ 0,02568 per saham
  2. BISI: Rp26 per saham
  3. EKAD: Rp9 per saham
  4. GJTL: Rp80 per saham
  5. INCI: Rp20 per saham
  6. MAHA: Rp12 per saham
  7. NRCA: Rp40 per saham
  8. PGAS: Rp125,61 per saham
  9. PSGO: Rp6 per saham
  10. SMAR: Rp270 per saham
  11. SMCB: Rp36,52 per saham
  12. TAPG: Rp91 per saham

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menyampaikan bahwa daya tarik utama saham dividen lazimnya diukur berdasarkan dividend yield. Menurutnya, beberapa emiten menawarkan potensi yield yang melampaui rata-rata pasar di kisaran 3 persen hingga 5 persen.

Saham PGAS menjadi perhatian karena mengalokasikan sekitar 80 persen laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. Dengan harga saham PGAS di level Rp1.780 per saham pada perdagangan 3 Juni 2026, estimasi dividend yield PGAS mencapai sekitar 7,05 persen.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menuturkan bahwa musim pembagian dividen berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Namun, menurutnya, faktor arus dana asing, rebalancing MSCI dan FTSE, serta dinamika nilai tukar rupiah tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah IHSG. Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, memberikan peringatan agar investor tidak membeli saham hanya karena mendekati cum date.

Menurutnya, harga saham secara umum berpotensi terkoreksi pada ex-date setidaknya sebesar nilai dividen teoretis. Investor disarankan untuk memilih saham dengan fundamental kuat, likuiditas terjaga, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

Untuk strategi trading jangka pendek, Harry menyarankan investor mulai mengakumulasi saham incaran sekitar dua minggu hingga tujuh hari sebelum cum date. Di sisi lain, investor juga diminta waspada terhadap potensi dividend trap, khususnya pada saham dengan prospek bisnis yang menurun namun menawarkan dividend yield tinggi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar