JAKARTA – PT RMK Energy Tbk (RMKE) menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp 130,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Nilai pembagian ini setara dengan 54,1 persen dari total laba bersih tahun buku 2025.
Dilansir dari Investasi, keputusan rapat tersebut memastikan para pemegang saham akan menerima dana dividen sebesar Rp 30 per lembar saham. Selain menyetujui pembagian keuntungan, agenda RUPST menetapkan pengesahan laporan tahunan perseroan serta kesepakatan pengangkatan kembali jajaran Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan berikutnya.
Kebijakan alokasi dividen yang mencapai lebih dari separuh laba bersih ini diambil sebagai bentuk penghargaan kepada para investor. Direktur Utama RMKE Vincent Saputra menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bentuk apresiasi di tengah tantangan industri batu bara dan dinamika ekonomi global yang sedang berlangsung.
"Pembagian dividen ini mencerminkan apresiasi perseroan kepada pemegang saham sekaligus komitmen menjaga pertumbuhan jangka panjang. Perseroan terus menjaga fundamental bisnis yang sehat di tengah dinamika industri batu bara," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pihak manajemen menyatakan tetap memiliki sikap optimistis terkait prospek usaha ke depan. Strategi pertumbuhan perseroan bertumpu pada optimalisasi dua mesin pendapatan utama, yakni lini jasa logistik batu bara beserta sektor penjualan komoditas.
Faktor pendorong pertumbuhan tersebut akan mengandalkan operasional tambang baru yang memiliki koneksi langsung dengan fasilitas hauling road RMKE. Di samping itu, perusahaan menargetkan adanya peningkatan volume jasa logistik yang diperoleh dari kontrak klien-klien baru.
"Kami masih optimistis dapat membukukan kinerja baik ke depan, dengan dua engine pendapatan jasa di area hulu dan hilir. Pertumbuhan akan didorong by penambahan tambang baru yang terhubung langsung dengan hauling road," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Perusahaan kini juga fokus memperluas jangkauan layanan logistik sekaligus menaikkan volume penjualan batu bara yang bersumber dari tambang terintegrasi. RMKE sendiri beroperasi sebagai penyedia jasa logistik batu bara terintegrasi yang ditopang oleh infrastruktur hauling dan jalur kereta api sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 29 November 2021.
Saat ini korporasi mengelola rantai logistik yang meliputi jalan angkut sepanjang 38 kilometer menuju Stasiun Muat Gunung Megang, fasilitas bongkar muat Stasiun Simpang, serta jalan angkut 8 kilometer ke Pelabuhan Musi 2 Kramasan.
Manajemen penjualan batu bara turut dijalankan melalui PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE), internal grup, maupun pihak ketiga lewat skema pembelian di mulut tambang.