Sabtu, 23 Mei 2026

IHSG Anjlok 30 Persen, Investor Domestik Mulai Aksi Beli Selektif

IHSG Anjlok 30 Persen, Investor Domestik Mulai Aksi Beli Selektif
Ilustrasi Aksi Beli Selektif Investor (Foto: NET)

JAKARTA – Merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tajam hingga mendekati angka 30 persen sepanjang tahun berjalan (YTD) mulai memantik respons positif dari para pemodal dalam negeri. Seperti dilansir dari Money, penurunan yang mendalam ini memberikan kesempatan bagi para investor domestik untuk melancarkan aksi beli secara selektif.

Tekanan jual yang begitu masif dibarengi arus keluar dana asing dalam skala besar mengakibatkan nilai dari sejumlah saham jatuh drastis. Situasi tersebut menjadikan harga saham-saham tersebut saat ini dianggap telah berada pada posisi yang sangat murah. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengutarakan pandangannya bahwa pergerakan indeks saham saat ini telah masuk ke dalam fase jenuh jual yang sangat ekstrem.

Melalui analisis teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) pun memperlihatkan adanya pola positive divergence setelah indeks merampungkan uji target wave 5/A alt. Peluang untuk terjadinya pembalikan arah atau technical rebound secara perlahan diperkirakan mulai terbuka lantaran tekanan penurunan yang semakin terbatas.

Baca Juga

Inflasi Melambat Indeks Nikkei Jepang Melonjak Lebih dari Dua Persen

"IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold dan menunjukkan positive divergence berdasarkan indikator RSI setelah berhasil menguji target “wave 5 / A alt.”. Diharapkan fase pelemahan terbatas mulai terjadi," ujar Nafan, Jumat (22/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kemerosotan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya diakui membuat harga saham di pasar modal dalam negeri mengalami diskon besar-besaran. Keadaan jatuhnya harga yang disebabkan oleh kepanikan pasar ini diperkirakan bisa memikat ketertarikan institusi lokal, seperti pengelola dana pensiun serta perusahaan asuransi.

Lembaga-lembaga tersebut mempunyai potensi untuk melakukan pengumpulan saham secara berkala atau bottom fishing demi memanfaatkan momentum harga murah.

"Berbagai saham yang berada di level valuasi yang sangat murah atau deeply undervalued, sehingga kondisi ini berpotensi memicu minat beli selektif dari investor institusi domestik, baik dana pensiun maupun asuransi, untuk melakukan akumulasi bertahap atau bottom fishing, dengan memanfaatkan harga diskon pasca-panic selling," paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada ranah global, atensi para pelaku pasar masih mengarah pada perkembangan situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar terkait tercapainya rancangan akhir kesepakatan damai yang difasilitasi oleh Pakistan menjadi pusat perhatian utama untuk saat ini.

Poin-poin krusial di dalam rancangan tersebut mencakup pemberlakuan gencatan senjata dengan segera di semua lini pertempuran. Di samping itu, terdapat jaminan atas kebebasan jalur navigasi di wilayah Teluk serta Selat Hormuz, yang kemudian diikuti dengan rencana dialog lanjutan dalam kurun waktu sepekan untuk membahas masalah yang belum rampung.

Sementara dari ranah domestik, publikasi data transaksi berjalan pada kuartal I-2026 menjadi sorotan utama dengan prediksi defisit yang terkendali pada angka 0,8 miliar dolar AS.

Nilai defisit yang minim tersebut mencerminkan bahwa pasokan valuta asing dari sektor ekspor Indonesia masih tetap tangguh dalam mengimbangi tekanan impor serta pemenuhan kewajiban pembayaran jasa luar negeri.

Data ini sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang kuat di tengah ketidakpastian harga komoditas global. Laporan resmi dari Bank Indonesia yang sesuai dengan perkiraan ini dinilai mampu menjadi sentimen fundamental krusial untuk meredam kekhawatiran di pasar modal.

Untuk sesi perdagangan Jumat (22/5/2026), laju IHSG diproyeksikan bakal berada pada rentang wilayah support 6.081-5.815 serta area resistance pada kisaran 6.347-6.511.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Siapkan Dana Rp50 Miliar Emiten KREN Rencana Buyback Saham 10 Persen

Siapkan Dana Rp50 Miliar Emiten KREN Rencana Buyback Saham 10 Persen

BNI Sekuritas Sarankan Sektor Konsumsi untuk Pilihan Investasi

BNI Sekuritas Sarankan Sektor Konsumsi untuk Pilihan Investasi

IHSG Diprediksi Masih Melemah Menuju Level 6.094

IHSG Diprediksi Masih Melemah Menuju Level 6.094

Sentimen Domestik Jadi Tekanan Utama Jatuhnya IHSG ke Level 6.094,94

Sentimen Domestik Jadi Tekanan Utama Jatuhnya IHSG ke Level 6.094,94

Investasi Dana Pensiun Lesu Imbal Hasil Anjlok di Awal 2026

Investasi Dana Pensiun Lesu Imbal Hasil Anjlok di Awal 2026