United Tractors Revisi Target Penjualan Alat Berat dan Tambang 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:25:58 WIB
Tambang emas Martabe yang dikelola anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) (Sumber Gambar : premium.bisnis.com)

JAKARTA – Emiten dari Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR), telah merilis sasaran terbaru terkait penjualan alat berat dan hasil pertambangan perusahaan untuk tahun 2026. Tercatat bahwa UNTR melakukan penyesuaian terhadap target penjualan tersebut.

Ari Setiyawan selaku Corporate Secretary United Tractors menjelaskan bahwa pihaknya melakukan perubahan pada sejumlah target penjualan tahun 2026. Hal ini merupakan dampak dari penurunan RKAB yang berimplikasi pada lini bisnis United Tractors.

“Kami revisi target penjualan Komatsu menjadi sekitar 4.000 unit,” kata Ari pekan lalu kepada Bisnis sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ari memaparkan lebih lanjut bahwa produksi batu bara serta overburden removal PT Pamapersada Nusantara mengalami penyusutan sekitar 15%-17%. Selain itu, volume penjualan batu bara melalui PT Tuah Turangga Agung juga menyusut menjadi kisaran 9,6 juta ton pada tahun ini.

UNTR pun menetapkan target penjualan emas di angka sekitar 82.000 ons tahun ini, serta penjualan nikel ore di level 1,2 juta wmt untuk 2026.

“Kami akan review kembali target kalau ada revisi atau pelanggaran RKAB di semester II/2026,” ucap Ari sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebelumnya, Iwan Hadiantoro selaku Presiden Direktur United Tractors menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi United Tractors, baik dari sisi faktor eksternal, kondisi geopolitik, hingga perubahan regulasi yang berdampak signifikan pada bisnis UNTR.

“Kami berusaha sebaik mungkin memitigasi seluruh tantangan yang kami hadapi dan di saat yang sama kami juga tidak berhenti untuk memikirkan jangka panjangnya seperti apa,” ucap Iwan dalam konferensi pers UNTR beberapa pekan lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Iwan memproyeksikan bahwa kondisi menantang bagi UNTR ini kemungkinan akan terus berlangsung setidaknya hingga tahun ini.

Iwan menyebutkan bahwa sepanjang kuartal I/2026, UNTR membukukan penurunan penjualan alat berat, penurunan produksi batu bara, serta penurunan produksi emas akibat penghentian operasional di tambang Martabe.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Iwan menjelaskan bahwa UNTR menerapkan langkah strategi defensif dengan berupaya seoptimal mungkin menjaga lini bisnis yang tersedia saat ini.

Di saat yang bersamaan, kinerja UNTR didukung oleh balance sheet serta kondisi finansial perusahaan yang kuat, di mana UNTR tetap aktif mencari peluang baru di sektor mineral lainnya maupun sektor energi.

Terkini