Sokong Proyek Energi Sampah, Danantara Dorong IPO PT Denera pada 2028
- Selasa, 12 Mei 2026
JAKARTA – Danantara mempunyai agenda untuk membawa PT Daya Energi Bersih Nusantara (PT Denera) masuk ke bursa saham melalui aksi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di tahun 2028 nanti.
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, memaparkan mengenai prospek IPO PT Denera sebagai perseroan yang didirikan oleh PT Danantara Investment Management (DIM).
Entitas ini dipersiapkan untuk menjadi induk usaha bagi semua unit pelaksana proyek Waste-to-Energy (WTE) atau Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Indonesia.
Baca Juga
"Saya rasa ini akan menjadi salah satu perusahaan waste to energy terbesar yang akan ada di dunia. Saya rasa ini bisa jadi katalis yang baik. Kalau kami bisa masuk, nanti kalau diperbolehkan ya Pak, di Bursa Efek Indonesia nanti kami akan apply," kata Pandu sebagaimana dilansir dari berita sumber saat berada di Kantor BEI Jakarta, Senin (11/5/2026).
Tahapan IPO pada tahun 2028 tersebut disusun dengan ekspektasi bahwa PT Denera telah memiliki arus kas yang positif sehingga memenuhi syarat sebagai perusahaan publik.
Di samping itu, Danantara tengah bersiap untuk menyelenggarakan tender tahap kedua proyek PSEL pada minggu depan. Sasaran utamanya yakni menuntaskan mekanisme lelang untuk 33 proyek PSEL di Indonesia pada tahun ini.
Pandu menyampaikan bahwa ke-33 proyek tersebut diestimasi memerlukan nilai investasi hingga hampir US$5 miliar, dengan ketentuan Danantara bakal menguasai minimal 51 persen kepemilikan.
Dalam menjalankan pengembangan proyek WTE di dalam negeri ini, Danantara bakal menjalin kerja sama dengan partner dari domestik maupun mancanegara.
"Yang mau kami lakukan adalah, jika kami bisa menyelesaikan ini semua, Insyaallah akhir 2028 kami bisa bawa ke publik," kata Pandu sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hingga saat ini, Danantara telah menetapkan beberapa operator pemenang pada lelang fase pertama proyek PSEL. Di antaranya yakni Wangneng Environment Co., Ltd. untuk lokasi di Bekasi serta Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. untuk area Denpasar.
Para mitra operator tersebut memiliki kewajiban untuk menyusun konsorsium guna mempercepat proses alih teknologi, termasuk dengan menggandeng badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan nasional.
Sebagai data tambahan, PT Denera memegang peran sebagai holding dari tiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL. Masing-masing BUPP tersebut merupakan wujud kolaborasi antara PT Denera dengan konsorsium mitra yang sudah terpilih.
Melalui skema ini, Danantara Indonesia berupaya meningkatkan efisiensi tata kelola, memikat daya tarik investor dunia maupun lokal, serta memacu transfer teknologi dalam sistem pengolahan sampah.
Pendirian PT Denera ini pun menjadi langkah implementasi dari amanah Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai penanggulangan sampah perkotaan lewat energi terbarukan dengan teknologi ramah lingkungan, guna merealisasikan visi kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Agenda PSEL Danantara Indonesia sendiri membidik pembangunan sarana pengolahan sampah di berbagai kota yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












