Kementan Janji Stabilkan Harga Telur Ayam Melalui Strategi Hilirisasi

Ilustrasi Kementan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilisasi harga telur ayam ras.(FOTO: goodstats.id)
Penulis: Akbar
Senin, 11 Mei 2026 | 15:10:01 WIB

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan penegasan mengenai komitmennya dalam menjaga stabilitas harga telur ayam ras pada level peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa pihak pemerintah tengah memperkokoh peningkatan serapan pasar serta hilirisasi produk peternakan sebagai taktik utama dalam menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat produsen sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah ini diambil sebagai respons atas fluktuasi harga telur di berbagai wilayah yang dipicu oleh melimpahnya pasokan serta melemahnya kemampuan serap pasar dalam kurun waktu beberapa pekan belakangan.

Agung menjelaskan bahwa pemerintah memahami beban yang sedang dialami oleh para peternak layer rakyat akibat anjloknya harga di tingkat peternak sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Kami memahami tekanan yang dirasakan peternak layer rakyat akibat fluktuasi harga telur. Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, negara harus hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berusaha dan berkembang,” kata Agung sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan keterangan Agung, Kementan terus mengintensifkan koordinasi antar-kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, hingga pelaku usaha demi menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan telur di skala nasional sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Kami terus mendorong penguatan serapan pasar, distribusi antardaerah, hilirisasi produk peternakan, serta optimalisasi pemanfaatan telur pada berbagai program pemenuhan gizi masyarakat. Langkah ini penting agar harga di tingkat peternak dapat kembali bergerak lebih stabil,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia juga menambahkan bahwa kekuatan produksi telur Indonesia merupakan pilar ketahanan pangan yang harus diproteksi lewat perbaikan tata niaga serta distribusi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Produksi yang kuat adalah modal penting bangsa. Karena itu, yang perlu diperkuat adalah tata niaga, distribusi, dan hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh peternak rakyat,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan penyerapan telur secara nasional. Menteri Pertanian Amran sebelumnya telah menyatakan bahwa program MBG tersebut dapat berfungsi sebagai penyangga pasar saat terjadi surplus produksi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hilirisasi Produk Peternakan Di samping penguatan serapan, Kementan juga melakukan perluasan pada sektor hilirisasi produk peternakan demi meningkatkan nilai tambah dan membuka akses pasar baru bagi peternak rakyat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH, Makmun, menyebutkan bahwa hilirisasi adalah strategi krusial dalam menciptakan stabilitas pada subsektor peternakan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Kami terus mendorong pengembangan produk olahan telur dan diversifikasi pemanfaatan hasil peternakan agar pasar semakin luas. Hilirisasi akan membantu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat stabilitas usaha peternak,” ujar Makmun sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, peningkatan konsumsi protein hewani menjadi langkah vital untuk menjaga keberlangsungan industri peternakan nasional sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Kami optimistis konsumsi telur nasional masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan. Dengan penguatan edukasi gizi dan perluasan pemanfaatan produk peternakan dalam berbagai program pemerintah, peluang pasar ke depan akan semakin besar,” kata Makmun sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia mengimbuhkan bahwa Kementan memastikan akan terus mengawal stabilitas di subsektor peternakan melalui penguatan distribusi, hilirisasi, serta peningkatan konsumsi agar peternak rakyat tetap tangguh dan berdaya saing sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi Peternak Di tengah dinamika harga yang terjadi, sejumlah asosiasi peternak mengonfirmasi bahwa situasi di lapangan masih terkendali. Ketua Rumah Kebersamaan BKT NT Blitar, Eti, menuturkan bahwa kegiatan perdagangan telur di tingkat peternak tetap berjalan dengan merujuk pada kesepakatan harga bersama sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Kondisi peternak ayam petelur di Blitar saat ini secara umum masih dalam situasi yang kondusif. Aktivitas perdagangan telur di tingkat peternak tetap berjalan dengan mengacu pada harga harmoni yang telah disepakati bersama,” kata Eti sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menyebutkan bahwa saat ini harga telur memang masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram dikarenakan suplai yang tinggi dan serapan pasar yang sedang menurun sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Senada dengan hal itu, Ketua Koperasi Unggas Sejahtera Kendal, Suwardi, menyampaikan bahwa peternak di wilayahnya terus berupaya menjaga harga di lapangan agar tetap stabil sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Peternak layer di wilayah Kendal dan sekitarnya tetap berupaya menjaga situasi agar tetap kondusif, termasuk menjaga harga jual telur agar tidak terus mengalami penurunan,” kata Suwardi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar