Upaya Gerakan Dapur Indonesia Akselerasi Ekspansi Bisnis ke Tiongkok

Senin, 27 April 2026 | 07:28:29 WIB
ILUSTRASI, Dapur Indonesia Akselerasi Ekspansi Bisnis ke Tiongkok

JAKARTA – Gerakan Dapur Indonesia memulai ekspansi bisnis ke Tiongkok guna memperkuat rantai pasok pangan dan menjajaki peluang ekspor komoditas unggulan nasional.

Kunjungan kerja ke beberapa kota besar di Negeri Tirai Bambu menjadi langkah nyata dalam membuka jalur perdagangan internasional yang lebih luas.

Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia, Nofalia Heikal Safar, menjelaskan bahwa partisipasi dalam ajang Canton Fair merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan bisnis.

Kehadiran organisasi ini di Shenzhen hingga Beijing bertujuan untuk memetakan potensi pasar bagi produk hasil bumi Indonesia.

"Kunjungan dilakukan di antaranya ke Shenzhen, Guang Zhou, Shanghai, Kota Beijing dan Hongkong," ujar Nofalia, sebagaimana dilansir dari jpnn.com, Minggu (26/4/2026).

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya untuk menarik minat investor dalam pengembangan infrastruktur pendukung gizi di dalam negeri.

Nofalia menyebutkan bahwa partisipasi di ajang internasional tersebut sangat krusial untuk memperkenalkan kualitas komoditas lokal kepada pelaku usaha global.

"Menurut Nofalia, kunjungan kerja itu untuk mengikuti Canton Fair atau China Import And Export Fair, Since 1957," tulis laporan jpnn.com.

Kebutuhan pasar Tiongkok terhadap bahan baku kuliner dan herbal menjadi peluang besar yang ingin dimaksimalkan oleh tim pengembang bisnis.

Pihak asosiasi melihat adanya ketertarikan yang signifikan terhadap beberapa jenis rempah spesifik yang menjadi kekayaan alam nusantara.

"Produk lain seperti kemiri dan vanila juga diminati, didukung permintaan tinggi untuk industri kuliner dan obat tradisional," tutur Nofalia, dikutip dari jpnn.com.

Investasi pada sektor dapur umum juga menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan dengan para pengusaha mancanegara tersebut.

Delegasi Indonesia menerima tawaran kerja sama untuk mempercepat distribusi pangan sehat melalui skema kemitraan yang berkelanjutan.

"Investasi Dapur MBG pengusaha dari China menawarkan partisipasi dan investasi dalam proyek pembangunan 1.000 dapur MBG Gotong Royong di Indonesia," lapor jpnn.com.

Keberhasilan negosiasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani lokal dalam menyuplai bahan baku secara rutin.

Nofalia menegaskan bahwa kerja sama ini tetap mengedepankan prinsip kemitraan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Relasi bisnis yang terbangun sejak lama melalui perantara tokoh penghubung perdagangan menjadi modal kuat dalam memperlancar proses ekspansi ini.

Pengembangan bisnis tersebut diproyeksikan tidak hanya berhenti pada ekspor produk mentah, namun juga pada pengolahan hasil industri.

Terkini