Wijaya Karya Menang Tender Proyek Sekolah Senilai Hampir Rp291 Miliar di Kalimantan Utara

Minggu, 22 Februari 2026 | 10:48:33 WIB
Wijaya Karya Menang Tender Proyek Sekolah Senilai Hampir Rp291 Miliar di Kalimantan Utara

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali mencatatkan pencapaian penting setelah berhasil mendapatkan kontrak pembangunan fasilitas pendidikan besar di wilayah perbatasan. Kontrak baru senilai Rp290,9 miliar ini akan dialokasikan untuk membangun SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara, sebuah proyek yang digarap bersama anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), melalui skema kerja sama operasi (KSO).

Kesepakatan ini tercatat sebagai bagian dari upaya WIKA menguatkan kontribusinya terhadap pengembangan infrastruktur sosial nasional, terutama dalam menciptakan fasilitas pendidikan berkualitas. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya diukur dari nilai investasinya, tetapi juga dari dampak jangka panjangnya bagi pembangunan sumber daya manusia unggul di Indonesia.

Proyek Pendidikan di Kawasan Perbatasan

Pembangunan SMA Unggul Garuda dirancang sebagai proyek komprehensif yang mencakup berbagai fasilitas pendidikan dan pendukung. Beberapa komponen pembangunan yang direncanakan antara lain bangunan akademik, ruang kelas, balairung serbaguna, teater seni dan pertunjukan, serta fasilitas ibadah seperti masjid. Selain itu, proyek ini juga mencakup sarana olahraga, termasuk lapangan sepak bola, yang diharapkan dapat menunjang aktivitas ekstra kurikuler para siswa.

Dalam siaran pers yang dikutip pada 20 Februari 2026, Agung BW menyatakan bahwa “Perolehan proyek SMA Unggul Garuda ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas WIKA. Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan tepat waktu, dengan standar mutu terbaik”. Pernyataan ini menunjukkan optimisme perusahaan dalam menghadapi tantangan pelaksanaan proyek skala besar, sekaligus komitmen kuat terhadap kualitas hasil akhir.

Fasilitas Pendukung yang Lengkap

Proyek ini tidak hanya sebatas membangun sekolah. Di dalam kawasan yang direncanakan, juga akan dibangun fasilitas hunian yang mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan. Terdapat asrama siswa, yang terdiri atas Graha Putra dan Graha Putri, serta apartemen staf yang ditujukan bagi tenaga pendidik dan administrasi. Selain itu, juga disiapkan 29 pasang rumah dinas tipe I, serta rumah khusus bagi kepala sekolah dan tamu — menunjukkan bahwa proyek ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar dan tinggal yang ideal.

Pengembangan fasilitas serbaguna seperti balairung dan teater seni, serta sarana ibadah dan olahraga, menggambarkan cakupan proyek yang lebih luas dari sekadar bangunan sekolah. Hal ini dimaksudkan agar SMA Unggul Garuda dapat menjadi pusat pendidikan yang holistik, yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan bakat siswa.

Dampak Terhadap Pendidikan di Daerah Perbatasan

Lokasi proyek di Kalimantan Utara memiliki signifikansi strategis tersendiri. Sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia, investasi dalam fasilitas pendidikan berkualitas seperti SMA Unggul Garuda dinilai penting untuk meningkatkan akses pendidikan unggul bagi generasi muda di daerah tersebut. Pemerataan fasilitas pendidikan menjadi salah satu salah satu pilar penting dalam upaya mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah perbatasan.

WIKA berharap kehadiran sekolah ini akan mendorong berkembangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam sains dan teknologi — sebuah kebutuhan yang semakin mendesak di era globalisasi dan persaingan dunia kerja. Dengan demikian, proyek ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang dapat membantu membentuk generasi masa depan yang unggul dan siap bersaing.

Kontribusi WIKA terhadap Pencapaian Target Kontrak 2026

Perolehan kontrak pembangunan SMA Unggul Garuda ini juga merupakan bagian dari strategi WIKA dalam mencapai target kontrak baru di tahun 2026. Menurut data internal perseroan, hingga Januari 2026, WIKA telah berhasil meraih kontrak baru senilai Rp724 miliar dari berbagai lini bisnis. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya WIKA untuk menjaga kinerja di tengah persaingan industri konstruksi nasional, sekaligus sebagai modal penting untuk memenuhi target kontrak tahunan yang ambisius.

Strategi WIKA dalam memperoleh kontrak tidak hanya bergantung pada kapasitas teknis, tetapi juga pada kemampuan perusahaan dalam menjalin hubungan baik dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan mitra kerja. Kolaborasi dengan anak perusahaan seperti WEGE menunjukkan bagaimana WIKA mengoptimalkan potensi internalnya untuk bersaing di proyek-proyek strategis nasional.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Meski proyek ini diproyeksikan berjalan lancar, WIKA tetap harus menghadapi berbagai tantangan operasional. Tantangan logistik di wilayah perbatasan, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta pengendalian mutu konstruksi menjadi beberapa aspek yang perlu dikelola dengan baik. Namun demikian, keyakinan perusahaan terhadap kemampuan internalnya serta dukungan dari pemangku kepentingan diyakini dapat membantu menyelesaikan proyek sesuai jadwal dan standar yang ditetapkan.

Dengan keberhasilan meraih kontrak pembangunan SMA Unggul Garuda, WIKA mempertegas posisinya sebagai salah satu kontraktor terdepan di Indonesia. Selain itu, proyek ini juga menjadi bukti nyata peran perusahaan dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan berkualitas secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Terkini