Cara Membuat Keripik Talas Tidak Gatal Renyah Gurih Aman Dikonsumsi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:09:46 WIB
Cara Membuat Keripik Talas Tidak Gatal Renyah Gurih Aman Dikonsumsi

JAKARTA - Keripik talas dikenal luas sebagai camilan tradisional yang digemari karena cita rasanya yang gurih serta teksturnya yang renyah. 

Namun, di balik kelezatannya, talas kerap menimbulkan rasa gatal pada kulit maupun tenggorokan jika diolah tanpa teknik yang tepat. Kondisi ini sering membuat sebagian orang ragu mengolah talas sendiri di rumah.

Permasalahan rasa gatal pada talas sebenarnya dapat diatasi dengan perlakuan awal yang sederhana. Dengan memahami cara membuat keripik talas agar tidak gatal, proses pengolahan menjadi lebih aman dan nyaman, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk skala usaha rumahan. Tahapan ini penting dilakukan sejak pemilihan bahan hingga proses penggorengan.

Selain untuk konsumsi keluarga, keripik talas juga banyak dilirik sebagai peluang bisnis. Permintaan pasar yang stabil membuat camilan ini memiliki nilai jual yang menjanjikan. Oleh karena itu, pemahaman teknik pengolahan yang benar menjadi kunci agar produk yang dihasilkan aman, renyah, dan disukai konsumen.

Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber, Jumat, ulasan lengkap mengenai penyebab talas menimbulkan rasa gatal serta langkah-langkah praktis cara membuat keripik talas agar tidak gatal, tanpa mengubah isi maupun substansi aslinya.

Penyebab Talas Menimbulkan Rasa Gatal

Talas merupakan umbi yang kaya karbohidrat dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Namun, tanaman ini memiliki kandungan alami yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bila tidak ditangani dengan benar. Rasa gatal dapat muncul pada kulit tangan saat mengolah, maupun di mulut dan tenggorokan setelah dikonsumsi.

Salah satu penyebab utama adalah kandungan kalsium oksalat. Zat ini berbentuk kristal mikroskopis menyerupai jarum halus yang dapat menyebabkan iritasi saat bersentuhan langsung dengan kulit atau jaringan lunak. Ketika talas dikupas, dipotong, atau dikunyah, kristal tersebut bisa memicu sensasi perih dan gatal.

Selain itu, talas juga mengandung getah alami yang keluar saat umbi dikupas atau diiris. Getah ini berfungsi sebagai pelindung tanaman, tetapi pada manusia justru dapat menimbulkan iritasi, terutama pada kulit sensitif. Pengolahan tanpa pelindung sering memicu rasa gatal dan panas di tangan.

Faktor lain yang berpengaruh adalah tingkat kematangan umbi. Talas yang terlalu muda umumnya memiliki kadar zat penyebab gatal lebih tinggi dibanding talas yang cukup tua. Oleh sebab itu, pemilihan bahan baku menjadi tahap awal yang tidak boleh diabaikan.

Pemilihan Talas untuk Hasil Aman

Langkah awal cara membuat keripik talas agar tidak gatal dimulai dari pemilihan umbi yang berkualitas. Talas segar biasanya memiliki permukaan bersih, tidak lembek, tidak berjamur, dan terasa padat saat ditekan. Umbi dengan kondisi baik cenderung memiliki getah yang lebih terkendali.

Pemilihan talas yang tepat membantu mengurangi risiko iritasi sejak tahap pengupasan. Talas yang sudah rusak atau terlalu muda berpotensi mengandung lebih banyak getah dan kalsium oksalat, sehingga meningkatkan rasa gatal saat diolah maupun dikonsumsi.

Selain kualitas fisik, ukuran talas juga perlu diperhatikan. Umbi berukuran sedang hingga besar umumnya lebih stabil saat diiris dan menghasilkan tekstur keripik yang lebih seragam ketika digoreng.

Perlindungan Saat Mengolah Talas

Penggunaan sarung tangan plastik sangat dianjurkan selama proses pengupasan dan pengirisan. Getah talas yang mengenai kulit secara langsung dapat memicu rasa gatal, panas, atau perih, terutama bagi orang dengan kulit sensitif.

Sarung tangan berfungsi sebagai pelindung sederhana namun efektif, sehingga proses pengolahan dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Selain itu, penggunaan alat pengiris juga membantu meminimalkan kontak langsung antara tangan dan umbi talas.

Pengirisan talas sebaiknya dilakukan setipis dan seragam. Irisan tipis membantu talas matang merata saat digoreng dan menghasilkan keripik yang renyah. Ketebalan yang konsisten juga memudahkan proses perendaman bekerja lebih optimal.

Teknik Perendaman untuk Mengurangi Gatal

Setelah diiris, talas perlu melalui proses perendaman untuk menurunkan kandungan zat penyebab gatal. Salah satu metode yang umum digunakan adalah perendaman dalam air garam selama 30 hingga 60 menit. Garam membantu mengikat kalsium oksalat dan membersihkan sisa getah.

Alternatif lain adalah menggunakan air kapur sirih. Irisan talas direndam dalam air kapur yang telah diendapkan selama 20 hingga 30 menit. Metode ini dikenal efektif menetralkan zat iritan sekaligus membantu menghasilkan tekstur keripik yang lebih kering dan renyah.

Setelah perendaman, talas wajib dibilas beberapa kali menggunakan air bersih. Tahap ini bertujuan menghilangkan sisa larutan garam atau kapur agar tidak meninggalkan rasa pahit atau getir pada hasil akhir.

Pengeringan dan Penggorengan yang Tepat

Sebelum digoreng, irisan talas harus ditiriskan dan dikeringkan secara menyeluruh. Pengeringan dapat dilakukan dengan kain bersih atau tisu dapur. Talas yang kering akan mengurangi percikan minyak dan mencegah keripik menyerap minyak berlebihan.

Penggorengan dilakukan menggunakan minyak panas dengan api sedang. Proses ini memungkinkan talas matang perlahan dan merata, menghasilkan warna keemasan serta tekstur renyah. Keripik perlu diaduk perlahan agar tidak saling menempel.

Setelah matang, keripik diangkat dan ditiriskan, lalu didinginkan pada suhu ruang. Pendinginan membantu menjaga kerenyahan dan memastikan keripik aman dikonsumsi tanpa meninggalkan rasa gatal di tenggorokan.

Penyajian dan Penyimpanan Keripik Talas

Keripik talas yang telah dingin dapat langsung disajikan atau disimpan dalam wadah kedap udara. Penyimpanan yang tepat akan menjaga kerenyahan lebih lama dan mencegah keripik menjadi melempem.

Dengan mengikuti tahapan cara membuat keripik talas agar tidak gatal ini, camilan tradisional dapat dinikmati dengan lebih aman, renyah, dan gurih. Teknik sederhana tersebut juga dapat diterapkan sebagai dasar produksi keripik talas rumahan yang berkualitas.

Terkini