Cara Membuat Keripik Talas Tidak Gatal Renyah Gurih Aman Dikonsumsi
- Sabtu, 31 Januari 2026
JAKARTA - Keripik talas dikenal luas sebagai camilan tradisional yang digemari karena cita rasanya yang gurih serta teksturnya yang renyah.
Namun, di balik kelezatannya, talas kerap menimbulkan rasa gatal pada kulit maupun tenggorokan jika diolah tanpa teknik yang tepat. Kondisi ini sering membuat sebagian orang ragu mengolah talas sendiri di rumah.
Permasalahan rasa gatal pada talas sebenarnya dapat diatasi dengan perlakuan awal yang sederhana. Dengan memahami cara membuat keripik talas agar tidak gatal, proses pengolahan menjadi lebih aman dan nyaman, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk skala usaha rumahan. Tahapan ini penting dilakukan sejak pemilihan bahan hingga proses penggorengan.
Baca JugaDinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
Selain untuk konsumsi keluarga, keripik talas juga banyak dilirik sebagai peluang bisnis. Permintaan pasar yang stabil membuat camilan ini memiliki nilai jual yang menjanjikan. Oleh karena itu, pemahaman teknik pengolahan yang benar menjadi kunci agar produk yang dihasilkan aman, renyah, dan disukai konsumen.
Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber, Jumat, ulasan lengkap mengenai penyebab talas menimbulkan rasa gatal serta langkah-langkah praktis cara membuat keripik talas agar tidak gatal, tanpa mengubah isi maupun substansi aslinya.
Penyebab Talas Menimbulkan Rasa Gatal
Talas merupakan umbi yang kaya karbohidrat dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Namun, tanaman ini memiliki kandungan alami yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bila tidak ditangani dengan benar. Rasa gatal dapat muncul pada kulit tangan saat mengolah, maupun di mulut dan tenggorokan setelah dikonsumsi.
Salah satu penyebab utama adalah kandungan kalsium oksalat. Zat ini berbentuk kristal mikroskopis menyerupai jarum halus yang dapat menyebabkan iritasi saat bersentuhan langsung dengan kulit atau jaringan lunak. Ketika talas dikupas, dipotong, atau dikunyah, kristal tersebut bisa memicu sensasi perih dan gatal.
Selain itu, talas juga mengandung getah alami yang keluar saat umbi dikupas atau diiris. Getah ini berfungsi sebagai pelindung tanaman, tetapi pada manusia justru dapat menimbulkan iritasi, terutama pada kulit sensitif. Pengolahan tanpa pelindung sering memicu rasa gatal dan panas di tangan.
Faktor lain yang berpengaruh adalah tingkat kematangan umbi. Talas yang terlalu muda umumnya memiliki kadar zat penyebab gatal lebih tinggi dibanding talas yang cukup tua. Oleh sebab itu, pemilihan bahan baku menjadi tahap awal yang tidak boleh diabaikan.
Pemilihan Talas untuk Hasil Aman
Langkah awal cara membuat keripik talas agar tidak gatal dimulai dari pemilihan umbi yang berkualitas. Talas segar biasanya memiliki permukaan bersih, tidak lembek, tidak berjamur, dan terasa padat saat ditekan. Umbi dengan kondisi baik cenderung memiliki getah yang lebih terkendali.
Pemilihan talas yang tepat membantu mengurangi risiko iritasi sejak tahap pengupasan. Talas yang sudah rusak atau terlalu muda berpotensi mengandung lebih banyak getah dan kalsium oksalat, sehingga meningkatkan rasa gatal saat diolah maupun dikonsumsi.
Selain kualitas fisik, ukuran talas juga perlu diperhatikan. Umbi berukuran sedang hingga besar umumnya lebih stabil saat diiris dan menghasilkan tekstur keripik yang lebih seragam ketika digoreng.
Perlindungan Saat Mengolah Talas
Penggunaan sarung tangan plastik sangat dianjurkan selama proses pengupasan dan pengirisan. Getah talas yang mengenai kulit secara langsung dapat memicu rasa gatal, panas, atau perih, terutama bagi orang dengan kulit sensitif.
Sarung tangan berfungsi sebagai pelindung sederhana namun efektif, sehingga proses pengolahan dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Selain itu, penggunaan alat pengiris juga membantu meminimalkan kontak langsung antara tangan dan umbi talas.
Pengirisan talas sebaiknya dilakukan setipis dan seragam. Irisan tipis membantu talas matang merata saat digoreng dan menghasilkan keripik yang renyah. Ketebalan yang konsisten juga memudahkan proses perendaman bekerja lebih optimal.
Teknik Perendaman untuk Mengurangi Gatal
Setelah diiris, talas perlu melalui proses perendaman untuk menurunkan kandungan zat penyebab gatal. Salah satu metode yang umum digunakan adalah perendaman dalam air garam selama 30 hingga 60 menit. Garam membantu mengikat kalsium oksalat dan membersihkan sisa getah.
Alternatif lain adalah menggunakan air kapur sirih. Irisan talas direndam dalam air kapur yang telah diendapkan selama 20 hingga 30 menit. Metode ini dikenal efektif menetralkan zat iritan sekaligus membantu menghasilkan tekstur keripik yang lebih kering dan renyah.
Setelah perendaman, talas wajib dibilas beberapa kali menggunakan air bersih. Tahap ini bertujuan menghilangkan sisa larutan garam atau kapur agar tidak meninggalkan rasa pahit atau getir pada hasil akhir.
Pengeringan dan Penggorengan yang Tepat
Sebelum digoreng, irisan talas harus ditiriskan dan dikeringkan secara menyeluruh. Pengeringan dapat dilakukan dengan kain bersih atau tisu dapur. Talas yang kering akan mengurangi percikan minyak dan mencegah keripik menyerap minyak berlebihan.
Penggorengan dilakukan menggunakan minyak panas dengan api sedang. Proses ini memungkinkan talas matang perlahan dan merata, menghasilkan warna keemasan serta tekstur renyah. Keripik perlu diaduk perlahan agar tidak saling menempel.
Setelah matang, keripik diangkat dan ditiriskan, lalu didinginkan pada suhu ruang. Pendinginan membantu menjaga kerenyahan dan memastikan keripik aman dikonsumsi tanpa meninggalkan rasa gatal di tenggorokan.
Penyajian dan Penyimpanan Keripik Talas
Keripik talas yang telah dingin dapat langsung disajikan atau disimpan dalam wadah kedap udara. Penyimpanan yang tepat akan menjaga kerenyahan lebih lama dan mencegah keripik menjadi melempem.
Dengan mengikuti tahapan cara membuat keripik talas agar tidak gatal ini, camilan tradisional dapat dinikmati dengan lebih aman, renyah, dan gurih. Teknik sederhana tersebut juga dapat diterapkan sebagai dasar produksi keripik talas rumahan yang berkualitas.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Mencari Pelabuhan Baru: 8 Destinasi Potensial Cristiano Ronaldo Jika Tinggalkan Al Nassr
- Kamis, 05 Februari 2026
Gejolak di Riyadh: Cristiano Ronaldo Pertimbangkan Hijrah ke Amerika Serikat Menyusul Messi
- Kamis, 05 Februari 2026
Peluang Bisnis Ramadhan: 7 Inspirasi Jualan Takjil Sehat yang Disukai Anak-Anak
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Kuliner Gudeg Autentik di Malang yang Dijamin Bikin Ketagihan
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












