Breaking

Saham DEWA Masih Berpeluang Naik Usai Koreksi Tajam Sepekan

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Minggu, 26 Juli 2026
Saham DEWA Masih Berpeluang Naik Usai Koreksi Tajam Sepekan
Ilustrasi Level resistance 438–442 menjadi kunci bagi DEWA untuk melanjutkan penguatan menuju target 500–510. (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terkoreksi 6,36 persen ke level 442 pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026), setelah reli tajam dari area 360-an hingga sempat menyentuh 486. Koreksi ini menjadi ujian pertama tren naik yang terbentuk sejak pertengahan Juli.

Histori pergerakan menunjukkan momentum signifikan. Pada 20 Juli, DEWA melonjak 9,34 persen ke 398 dengan dukungan net foreign buy Rp51,91 miliar. Sehari kemudian, saham kembali melesat 10,55 persen ke 440 dengan transaksi Rp938,82 miliar. Namun, sejak 23 Juli distribusi asing mulai muncul, ditandai penjualan bersih Rp1,03 miliar.

Pada 24 Juli, tekanan jual asing meningkat dengan net sell Rp49,81 miliar. Meski begitu, indikator teknikal masih relatif positif. Moving average (MA5 hingga MA200) berada di bawah harga penutupan, memberi sinyal Strong Buy. RSI di level 52,61 menunjukkan kondisi netral, sementara MACD dan Stochastic mulai memberi sinyal jual. Stochastic RSI bahkan berada di area overbought.

Level teknikal penting berada di resistance 438–442 dan 486. Jika mampu ditembus, ruang penguatan menuju 500–510 terbuka. Sebaliknya, support di 414–392 menjadi zona buy on weakness sesuai rekomendasi analis. Level 330 disebut sebagai batas pengaman. Analisis Elliott Wave menempatkan DEWA pada fase wave iv, yang biasanya berupa konsolidasi sebelum melanjutkan wave v.

Untuk perdagangan besok, peluang rebound masih terbuka jika harga bertahan di atas 438–442 dengan tekanan jual berkurang. Target pengujian berada di area 460–472. Namun, jika tekanan jual berlanjut, koreksi ke zona 414–392 menjadi skenario yang perlu dicermati.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan saham DEWA dan pandangan teknikal analis, bukan ajakan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua