Breaking

Prospek Bitcoin Kuartal III, Risiko Geopolitik dan Fed Jadi Kunci

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Minggu, 26 Juli 2026
Prospek Bitcoin Kuartal III, Risiko Geopolitik dan Fed Jadi Kunci
Ilustrasi Harga Bitcoin kuartal III dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter The Fed. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) masih dibayangi konflik Amerika Serikat–Iran di Timur Tengah. Pada Minggu (26/7/2026) pukul 08.30 WIB, harga Bitcoin berada di level 64.433 US dolar, terkoreksi 0,46 persen dalam sepekan dan turun 26,30 persen secara year to date.

Analis menilai eskalasi konflik di Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak mendekati 90–100 US dolar per barel membuat pasar kripto masuk kuartal III dengan kehati-hatian. Bitcoin saat ini bergerak sekitar 50 persen di bawah puncak sebelumnya yang sempat mencapai 126.000 US dolar.

Menurut Andri Fauzan dari Reku, tekanan jual muncul karena suasana risk-off, terutama ketika inflasi energi naik dan ekspektasi kebijakan moneter ikut terpengaruh. Ia menilai kuartal III lebih mungkin menjadi fase konsolidasi dengan kisaran harga 60.000–75.000 US dolar, sementara skenario lebih berat bisa menekan ke area 50.000–57.000 US dolar. Jika ketegangan mereda, peluang rebound menuju 80.000 US dolar terbuka.

Fyqieh Fachrur dari Tokocrypto menambahkan, permintaan institusional mulai menunjukkan pemulihan. ETF Bitcoin spot AS sempat mencatat inflow tujuh hari berturut-turut dengan nilai mendekati 1 miliar US dolar hingga 22 Juli. Namun, skala pemulihan masih belum konsisten.

Prospek Bitcoin kuartal III dipengaruhi tiga faktor utama:

  1. Konflik AS–Iran yang mendorong harga minyak dan inflasi global.
  2. Kebijakan moneter The Fed, dengan fokus pada data inflasi, tenaga kerja, dan arah suku bunga.
  3. Arus dana ETF Bitcoin spot, yang mencerminkan minat institusional dan dapat memberi tekanan beli.

Secara keseluruhan, prospek Bitcoin masih cenderung volatil dengan peluang pemulihan bertahap jika ketegangan geopolitik mereda dan kebijakan moneter lebih longgar.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan harga Bitcoin dan pandangan analis, bukan ajakan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua