Breaking

Prajogo Pangestu Memborong Saham BREN Senilai Rp25,8 Miliar

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 18 Juni 2026
Prajogo Pangestu Memborong Saham BREN Senilai Rp25,8 Miliar
ILUSTRASI, PT Barito Renewables Energy Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Konglomerat Prajogo Pangestu melaksanakan aksi borong terhadap 6,8 juta lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) pada hari Rabu (17/6/2026) dengan tujuan investasi personal. Merujuk pada laporan perubahan kepemilikan saham yang diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total saham BREN yang didekap oleh Prajogo Pangestu merangkak naik dari posisi awal 141,69 juta lembar saham menjadi 148,49 juta lembar saham. Jika dilihat secara persentase, porsi kepemilikan Prajogo di tubuh BREN turut terkerek dari 0,1059% menjadi 0,111%.

Aktivitas transaksi ini dilakukan lewat rangkaian pembelian pada tanggal 17 Juni 2026 dengan tingkat harga di kisaran Rp3.740 sampai Rp3.880 per lembar saham. Seluruh rangkaian transaksi tersebut dibukukan demi tujuan investasi pribadi. 

Dari rincian data transaksi, pembelian dalam volume terbesar dieksekusi pada level harga Rp3.800 per lembar saham dengan total mencapai 2,7 juta lembar saham.

Bukan hanya itu, tercatat pula beberapa transaksi lainnya dengan volume yang beragam, di antaranya mencakup pembelian 773.800 lembar saham di tingkat harga Rp3.750 per saham, dilanjutkan 506.000 lembar saham pada level harga Rp3.810 per saham, serta sebanyak 460.800 lembar saham pada posisi harga Rp3.780 per lembar saham.

Apabila diakumulasikan, Prajogo menyerap kurang lebih 6,8 juta lembar saham BREN lewat transaksi tersebut. Menilik dari rentang harga transaksi yang tertuang dalam laporan, estimasi nilai pembelian ini diproyeksikan menyentuh angka sekitar Rp25,8 miliar.

Nilai kalkulasi tersebut diperoleh dengan menghitung total akumulasi volume serta harga transaksi yang tertera di dalam laporan kepemilikan saham.

Melalui laporan resmi itu, Prajogo pun memberikan penegasan mengenai status dirinya yang bertindak selaku pemegang saham pengendali, sekaligus menyatakan bakal terus mempertahankan posisi pengendalian atas perseroan tersebut.

Apabila ditinjau dari aspek performa bisnis, BREN sukses mengantongi laba bersih senilai US$43,01 juta atau setara dengan Rp728,98 miliar (menggunakan acuan kurs Rp16.949 per dolar AS) di sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. 

Perolehan laba bersih ini mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit secara tahunan, selaras dengan pos pendapatan perseroan yang juga mengalami peningkatan.

Pendapatan BREN naik 9,8% year on year (YoY) menjadi US$165,16 juta, sebagaimana dilansir dari berita sumber melansir laporan keuangan kuartal I/2026.

Kontribusi terbesar dari pendapatan tersebut bersumber dari ikatan kontrak bersama para pelanggan yang bernilai US$112,46 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 10,1% YoY. 

Jika dibedah lebih dalam, sektor penjualan listrik berhasil melesat hingga 15,4% YoY menuju angka US$80,16 juta, sementara untuk sektor penjualan uap mengalami sedikit koreksi tipis sebesar 1,1% YoY menjadi senilai US$32,30 juta.

Selanjutnya, jika melihat dari lini pendapatan sewa operasi, BREN berhasil membukukan kenaikan performa sebesar 10,2% YoY menjadi US$42,23 juta. 

Sementara itu, untuk lini pendapatan sewa dari sektor pembiayaan mampu merangkak naik sebesar 4,4% YoY hingga menyentuh US$10,47 juta.

Di sudut yang berbeda, BREN juga menorehkan catatan pada beberapa pos pengeluaran beban, di mana beban depresiasi dan amortisasi merembet naik 10,2% YoY menjadi US$25,75 juta, namun untuk beban keuangan sanggup ditekan hingga turun sebesar 4,9% YoY menjadi US$27,79 juta, kemudian terdapat pula pos beban pajak penghasilan yang merangkak naik sebesar 11% YoY hingga menyentuh US$38,61 juta.

Adanya pembengkakan pada beberapa pos beban yang dibarengi dengan konsistensi pertumbuhan pendapatan yang solid akhirnya membawa laba periode berjalan milik BREN di sepanjang triwulan pertama tahun 2026 ini meroket naik, tepatnya berada di angka 24% YoY dari posisi US$42,40 juta bergeser ke angka US$52,57 juta.

Sementara itu jika diteropong dari aspek bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan secara langsung kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat bertengger di angka US$43,01 juta, atau mencatatkan kenaikan sebesar 25,6% dari raihan US$34,24 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Beralih ke pos neraca keuangan, BREN hingga penutupan akhir Maret 2026 berhasil mencatatkan peningkatan total aset sebesar 1,9% year to date (YtD) menjadi senilai US$3,94 miliar. Nilai liabilitas yang dimiliki perseroan juga merangkak naik 0,7% YtD menjadi US$3 miliar, sedangkan untuk total ekuitas perusahaan mampu tumbuh sebesar 6% YoY menuju angka US$936,44 juta.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua