Breaking

AMRT Ambil Alih Saham Ritel di Filipina dan Bangladesh 70 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 18 Juni 2026
AMRT Ambil Alih Saham Ritel di Filipina dan Bangladesh 70 Persen
ILUSTRASI, salah satu gerai alfamart (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Perusahaan ritel pengelola jaringan Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), sedang memacu ekspansi internasionalnya lewat penataan kembali struktur kepemilikan bisnis di luar negeri, terutama untuk operasional di wilayah Filipina dan Bangladesh. Langkah strategis ini dijalankan oleh Sumber Alfaria Trijaya melalui anak usahanya yang berkedudukan di Singapura, yakni Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA), sebagai kendaraan utama dalam melebarkan jangkauan bisnis global mereka.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Rabu (17/6/2026), ARA berencana meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui penerbitan saham baru. Seluruh saham baru tersebut ke depannya akan diambil alih oleh Glory Worldwide Investment Pte. Ltd. (GWI).

Dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk membiayai pembelian 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc. (ATP) sekaligus mengambil alih 70% kepemilikan saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd. (ATB) dari pihak GWI.

Pihak manajemen AMRT mengonfirmasi bahwa rangkaian transaksi ini menjadi bagian krusial dari strategi jangka panjang mereka dalam memperkuat posisi korporasi di pasar global. 

Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mengonsolidasikan aset dan operasional bisnis internasional langsung di bawah kendali ARA. Melalui skema transaksi ini, AMRT akan memperluas penetrasinya di pasar ritel Filipina yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan sangat menjanjikan.

Dalam laporan penilaian independen dijelaskan bahwa sektor ritel di Filipina diproyeksikan akan terus bertumbuh positif. 

Perkembangan ini ditopang oleh meningkatnya tingkat konsumsi domestik, percepatan urbanisasi, serta komitmen investasi pemerintah setempat di sektor infrastruktur logistik yang memperlancar jalur distribusi hingga ke luar area kota-kota besar.

Saat ini, ATP berperan sebagai pengelola bisnis ritel untuk produk makanan maupun nonmakanan di Filipina. Per tanggal 31 Desember 2025, ARA menggenggam porsi kepemilikan sebesar 35% saham ATP, sedangkan GWI menguasai 10% saham, dan porsi selebihnya dimiliki oleh beberapa pemegang saham lain, termasuk diantaranya SM Retail Inc. sebesar 50%.

Di sisi lain, ATB merupakan badan usaha yang menjalankan operasional perdagangan ritel serta grosir untuk komoditas makanan dan nonmakanan di negara Bangladesh.

Melalui langkah akuisisi terhadap 70% saham ATB ini, AMRT berkomitmen memperlebar basis operasionalnya di kawasan Asia Selatan, sebuah wilayah yang dikenal mempunyai jumlah populasi besar serta tingkat konsumsi masyarakat yang terus tumbuh pesat. 

Perusahaan menilai bahwa integrasi operasional Filipina dan Bangladesh di bawah satu payung bisnis terpadu akan menciptakan efisiensi manajemen, memperkokoh koordinasi di lini operasional, sekaligus memperluas fleksibilitas pendanaan demi keperluan ekspansi global di masa-masa mendatang.

"Selain itu, struktur kepemilikan yang lebih terbuka di ARA diharapkan memperluas akses terhadap dukungan strategis dan sumber pendanaan eksternal," sebagaimana dilansir dari berita sumber, papar manajemen AMRT.

AMRT juga menegaskan bahwa kebijakan strategis ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengendalikan risiko dari ekspansi global secara lebih terukur, sembari tetap memelihara kendali dan pengaruh yang kuat atas arah kebijakan strategis bisnis internasional mereka. 

Untuk jangka panjang, pihak korporasi memproyeksikan ekspansi ini mampu memperkokoh struktur keuangan konsolidasi mereka melalui pertumbuhan nilai ekuitas serta sinergi pendapatan yang berasal dari operasional di luar negeri. 

Meskipun melibatkan pihak yang terafiliasi, manajemen memastikan bahwa transaksi ini tidak masuk dalam kategori transaksi material sesuai regulasi OJK. Walakin, proses transaksi ini tetap wajib melewati penilaian independen karena memenuhi kriteria sebagai transaksi afiliasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua