TEROPONGBISNIS.ID — Ratusan kotak melon segar siap kirim mulai dipindahkan ke truk kontainer berpendingin di area lahan pertanian Blitar, Jawa Timur, Rabu pagi. Buah-buah itu bukan melon biasa—semuanya adalah hasil panen petani mitra yang dibina PT Sewu Segar Nusantara (SSN), produsen di balik merek buah premium Sunpride.

Pengiriman perdana ke Singapura ini dirangkai dalam acara "Berbagi Energi untuk Negeri" yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Tani Nasional. Rangkaian kegiatannya meliputi panen melon bersama, pemeriksaan kesehatan gratis untuk petani, penyerahan alat pertanian, hingga pemberian apresiasi kepada petani berprestasi.

Rantai Nilai dari Lahan hingga Pasar Ekspor

Keberhasilan ini tidak terjadi dalam semalam. Dalam ekosistem agrifood GGF, masing-masing anak usaha punya peran yang saling terhubung. SSN melalui Sunpride bertugas membuka akses pasar dan mengelola distribusi, sementara PT Nusantara Segar Abadi (NSA) fokus pada pendampingan budidaya dan pemberdayaan petani di lapangan.

Keduanya membentuk rantai nilai pertanian yang menyambung dari hulu—mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis, hingga penanganan pascapanen—sampai ke tangan konsumen di luar negeri.

Bagi para petani di Blitar, tembusnya pasar Singapura berarti kepastian harga dan volume penyerapan yang lebih stabil. Selama ini, fluktuasi harga melon di pasar domestik kerap menjadi momok bagi petani saat panen raya tiba.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Swasta

Kolaborasi jangka panjang antara GGF dan Pemerintah Kabupaten Blitar menjadi kunci utama keberhasilan ini. Pemerintah daerah berperan dalam penyiapan infrastruktur pendukung dan regulasi, sementara perusahaan membawa teknologi budidaya serta jaringan pemasaran global.

Model kemitraan ini dinilai mampu menjawab dua persoalan klasik pertanian Indonesia sekaligus: rendahnya kualitas hasil produksi dan terbatasnya akses pasar. Dengan pendampingan intensif, petani binaan dipastikan menghasilkan melon yang memenuhi standar kualitas ekspor, termasuk ukuran, kadar gula, dan ketahanan buah selama pengiriman.

Potensi Perluasan Pasar Ekspor

Singapura hanyalah pintu masuk pertama. Dengan infrastruktur logistik berpendingin yang sudah dimiliki GGF, bukan tidak mungkin komoditas hortikultura lain dari Blitar menyusul menyasar pasar Asia Tenggara yang lebih luas.

Keberhasilan ekspor melon ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah pusat untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian di pasar internasional. Bagi Kabupaten Blitar, ini menjadi bukti bahwa produk pertanian lokal mampu bersaing di level global jika dikelola dengan pendekatan ekosistem yang utuh—bukan sekadar jual beli komoditas.

Adapun bagi Sunpride, pengiriman ini memperkuat posisinya sebagai pemain buah premium yang tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga mampu menjadi jembatan bagi petani Indonesia menuju pasar global.

Reporter: Redaksi