IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global ke 3%, Utang dan Inflasi Bayangi Ekonomi
TEROPONGBISNIS.ID — Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyebut perekonomian dunia saat ini berada dalam tarik-menarik antara tekanan pasokan energi di kawasan Teluk dan lonjakan investasi AI, terutama di Amerika Serikat. "Guncangan energi belum berakhir," ujar Georgieva dalam konferensi pers pertemuan para menteri keuangan negara-negara G20, Selasa (25/8), dikutip dari Reuters.
Menurut Georgieva, beberapa faktor menahan dampak krisis energi imbas penutupan Selat Hormuz. Di antaranya penggunaan cadangan minyak dan gas, peningkatan pasokan dari luar kawasan Teluk, hingga penurunan permintaan energi. Kapasitas energi terbarukan yang meningkat dan penggunaan kembali batu bara di sejumlah wilayah juga turut menopang ekonomi global.
Investasi AI Topang Konsumsi, tapi Utang Mengintai
Di sisi lain, investasi AI di AS terbukti menopang laba perusahaan dan konsumsi masyarakat. Sejumlah negara juga meningkatkan pembangunan pusat data serta pasokan perangkat keras AI, yang memberikan dorongan tambahan bagi aktivitas ekonomi.
Namun, Georgieva memperingatkan risiko yang membayangi. Tingginya utang, inflasi yang sulit turun, serta ketegangan perdagangan berpotensi mengarahkan prospek ekonomi global ke arah negatif.
Harga Minyak Brent Masih di Kisaran US$80–90 per Barel
IMF juga menyoroti kenaikan kembali harga minyak yang dapat memicu inflasi dan memaksa pemerintah menerapkan kebijakan moneter ketat. Kondisi ini berujung pada meningkatnya biaya pembayaran utang dan menekan aktivitas ekonomi.
Tren harga minyak dunia jenis Brent saat ini berada di kisaran US$80 per barel hingga US$90 per barel. Angka tersebut cenderung turun dibandingkan rekor US$118 per barel pada musim semi lalu.
IMF dijadwalkan memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada Oktober 2026 di Bangkok. Sebelumnya, lembaga keuangan global tersebut telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini ke level 3% per Juli 2026, lantaran krisis energi dan risiko inflasi yang masih menghantui.