Brent Jatuh ke USD88,36, Penurunan Tajam Tiga Bulan Terakhir
JAKARTA - Harga minyak Brent anjlok tajam pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dikutip dari berita sumber, Brent crude turun 8,7 persen ke USD88,36 per barel, penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari tiga bulan. Pergerakan ini membalik sebagian besar lonjakan 9,9 persen yang terjadi pekan lalu.
Analis Commerzbank Charlie Lay menekankan bahwa penurunan harga mencerminkan ekspektasi de-eskalasi, bukan pemulihan aktual arus energi. “Selat tersebut menyumbang sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global sebelum konflik. Penurunan tajam harga minyak sebagian besar mencerminkan ekspektasi de-eskalasi, bukan pemulihan aktual arus energi,” ujarnya.
Pengiriman melalui Selat Hormuz masih nyaris tidak ada, sehingga pasar lebih banyak memperhitungkan harapan diplomasi daripada kondisi pasokan nyata. Penurunan harga minyak juga disebut meredakan sebagian tekanan langsung terhadap Federal Reserve.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan harga minyak dunia, bukan ajakan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.