PNBP Minerba 2025 Rp130,23 Triliun, Harga Global Jadi Sorotan

Ilustrasi PNBP sektor minerba diperkirakan mencapai Rp130,23 triliun pada 2025, turun dari tahun sebelumnya. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 28 Juli 2026 | 22:45:29 WIB

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan sektor mineral dan batu bara (minerba) tetap menjadi penyumbang terbesar penerimaan negara bukan pajak (PNBP), meski kontribusinya turun pada 2025 akibat melemahnya harga komoditas global.

Dikutip dari berita sumber, PNBP minerba turun dari Rp140,46 triliun pada 2024 menjadi Rp130,23 triliun pada 2025. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut Indonesia memiliki keunggulan sumber daya mineral yang kompetitif di tingkat dunia. “Untuk sektor pertambangan, bisa dilihat kontribusi sektor pertambangan, kalau kita lihat dari sisi potensinya. Nikel peringkat pertama, bauksit peringkat keenam, tembaga peringkat ketujuh, timah peringkat kedua dunia, dan batu bara peringkat ketujuh,” ujarnya.

Yuliot menegaskan pengelolaan sektor pertambangan tidak hanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga menjaga kesinambungan penerimaan negara. “Pada 2024 kontribusi PNBP sektor minerba sekitar Rp140,46 triliun. Kemudian pada 2025 karena fluktuasi harga global, kontribusinya turun menjadi sekitar Rp130,23 triliun,” katanya.

Meski mengalami penurunan, sektor minerba tetap menjadi penyumbang PNBP terbesar dibandingkan sektor lain. Pemerintah terus mendorong hilirisasi mineral agar pemanfaatan sumber daya alam tidak hanya meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, tetapi juga menjaga kontribusi penerimaan negara jangka panjang di tengah fluktuasi harga global.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai PNBP minerba dan kebijakan ESDM, bukan ajakan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.

Reporter: Ibtihal