Titik Koma Menerapkan Strategi Jitu untuk Menghadapi Persaingan di Industri Kedai Kopi Indonesia
- Senin, 24 Februari 2025
JAKARTA - Industri kedai kopi di Indonesia terus berkembang pesat. Di tengah persaingan yang semakin ketat atau yang biasa disebut dengan istilah "red ocean", kedai kopi Titik Koma berhasil mengungkapkan sejumlah strategi kunci untuk menjaga eksistensinya. CEO sekaligus salah satu pendiri Titik Koma, Andrew Prasetya Goenardi, berbagi pandangannya mengenai tantangan dan strategi yang tepat dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnis kedai kopi di tanah air.
"Industri kopi itu kan sangat bervariasi, kita di bisnis yang red ocean. Dari yang harganya murah sampai mahal banget itu semua ada pasarnya. Cuma yang kita harus tahu, kita mau berada di mana," ujar Andrew dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada hari Senin.
Memahami Segmen Pasar sebagai Dasar Strategi
Menurut Andrew, langkah pertama yang paling fundamental bagi pelaku usaha kopi adalah memahami dengan baik segmen pasar yang ingin disasar. Dalam industri yang menawarkan segala macam harga dan kelas, mulai dari premium hingga terjangkau, menentukan posisi pasar yang jelas adalah kunci untuk mempertahankan eksistensi. Titik Koma, yang didirikan pada tahun 2016, fokus pada penciptaan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
"Kami mencoba mengakomodir apa yang dibutuhkan pasar karena tiap daerah punya preferensi yang berbeda," tambah Andrew. Untuk itu, menyediakan tempat yang nyaman dengan suasana tenang, serta fasilitas seperti private meeting room, menjadi salah satu realisasi dari strategi ini.
Branding Kuat dan Pengalaman Konsumen yang Optimal
Salah satu strategi utama Titik Koma adalah membangun branding yang kuat. Andrew menekankan pentingnya positioning merek dan bagaimana pelanggan memprioritaskan pilihannya. Menghadirkan pengalaman konsumen yang optimal, seperti suasana yang nyaman untuk bekerja, pertemuan bisnis, atau sekadar nongkrong, menjadi perhatian utama.
Titik Koma memahami bahwa kebutuhan pelanggan dapat berbeda di setiap lokasi, sehingga menyesuaikan fasilitas gerai sesuai dengan preferensi lokal adalah cara yang efektif untuk menarik lebih banyak konsumen. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual pengalaman.
Pengendalian Kualitas Bahan Baku
Baca JugaDinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
Selain faktor branding dan pengalaman konsumen, kualitas kopi yang ditawarkan juga menjadi perhatian utama bagi Titik Koma. Andrew menegaskan bahwa kendali terhadap ketersediaan dan kualitas biji kopi adalah hal yang tidak bisa ditawar. Meskipun bahan baku kopi berkualitas mungkin memiliki harga yang lebih tinggi, memastikan produk berkualitas dan dapat dinikmati adalah prioritas utama.
"Belajar dari pengalaman, kami menyadari bahwa kualitas adalah yang utama. Kami lebih selektif dalam menentukan produk yang dijual," kata Andrew. Dia juga mengingatkan bahwa mengikuti tren minuman tanpa mempertimbangkan kualitas dan kecocokan dengan identitas merek bukanlah langkah yang bijak.
Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Berkelanjutan
Titik Koma tidak hanya fokus pada produk dan fasilitas, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia. Andrew percaya bahwa barista yang terampil merupakan aset berharga bagi sebuah kedai kopi. Dengan sistem pelatihan yang ketat dan berkelanjutan, Titik Koma berupaya menciptakan barista yang inovatif dan mampu menyajikan kopi berkualitas tinggi.
Pelatihan tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang produk kopi yang disajikan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan memaksimalkan kepuasan pelanggan.
Ekspansi yang Terencana Melalui Sistem Franchise
Dalam mengembangkan jaringan dan memperluas jangkauan, Titik Koma juga mengandalkan sistem franchise. Andrew mencatat bahwa dengan metode ini, perluasan modal lebih terdistribusi dan merek dapat memperluas jangkauannya dengan lebih efektif. "Dengan ini, sebuah merek dapat memperluas jangkauan modal yang lebih terdistribusi, sementara mitra franchise mendapatkan keuntungan dari sistem yang sudah teruji," ujar Andrew.
Namun, Andrew juga menekankan bahwa ekspansi tidak dapat dilakukan sembarangan tanpa sistem manajemen yang kuat dalam hal operasional, keuangan, dan sumber daya manusia. Setiap langkah harus dipertimbangkan dengan matang untuk memastikan kestabilan dan keberlangsungan bisnis.
Mempertahankan eksistensi dan bersaing di industri kedai kopi Indonesia memang bukan hal yang mudah. Namun, dengan strategi yang tepat seperti memahami segmen pasar, membangun branding kuat, mengendalikan kualitas, mengembangkan sumber daya manusia, dan ekspansi terencana, Titik Koma berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pemain yang diperhitungkan. Bagi Andrew, kesuksesan dalam industri ini tidak hanya ditentukan oleh tren, tetapi juga oleh fondasi bisnis yang kokoh dan strategi jangka panjang yang matang.
Herman
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Mencari Pelabuhan Baru: 8 Destinasi Potensial Cristiano Ronaldo Jika Tinggalkan Al Nassr
- Kamis, 05 Februari 2026
Gejolak di Riyadh: Cristiano Ronaldo Pertimbangkan Hijrah ke Amerika Serikat Menyusul Messi
- Kamis, 05 Februari 2026
Peluang Bisnis Ramadhan: 7 Inspirasi Jualan Takjil Sehat yang Disukai Anak-Anak
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Kuliner Gudeg Autentik di Malang yang Dijamin Bikin Ketagihan
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












