Ombudsman Kaltara Tekankan Standarisasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Tarakan
- Sabtu, 22 Februari 2025
JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan peserta didik, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diimplementasikan sejak 17 Februari 2025 di Kota Tarakan. Melalui program ini, setiap siswa diharapkan mendapatkan asupan gizi yang seimbang untuk mendukung aktivitas belajar mereka. Namun, agar program berjalan optimal, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan beberapa catatan penting kepada satuan pendidikan yang berpartisipasi dalam program ini.
Kualitas dan Kehygienisan Makanan
Maria Ulfah, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kaltara, menggarisbawahi pentingnya memastikan kualitas dan kehygienisan makanan yang disiapkan sebelum dikonsumsi oleh para siswa. Menurutnya, "Ketika makanan ini diantarkan memang harus dipastikan kondisi makanannya apakah masih segar atau kurang segar. Pihak sekolah harus memeriksa ini, mungkin dengan mencium aromanya. Hal ini penting karena kami perhatikan tidak ada standarisasi kualitas di setiap sekolah," ungkap Maria.
Ia menambahkan bahwa makanan yang disediakan dapat saja sudah berkualitas tinggi, namun bila proses konsumsinya terabaikan, tujuan dari penyediaan makanan sehat ini tidak akan tercapai. Memastikan makanan dalam kondisi terbaik sebelum dikonsumsi adalah tanggung jawab penting para pendidik dan pihak sekolah.
Peran Satuan Pendidikan
Ombudsman juga menekankan pentingnya peran satuan pendidikan dalam memfasilitasi kebiasaan hidup bersih dan sehat. Diharapkan satuan pendidikan aktif mengimbau peserta didik dan orang tua untuk mencuci tangan sebelum makan, terlebih jika siswa tidak membawa peralatan makan sendiri. "Meskipun mereka telah membawa peralatan makan sendiri, sekolah tetap harus menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai. Ini adalah bagian dari pembiasaan hidup sehat yang harus kita tanamkan sejak dini," tambah Maria.
Ia menyarankan agar pihak sekolah tidak saja menyediakan tempat untuk mencuci tangan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kebersihan diri sebelum makan. Langkah ini dinilai krusial untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan yang kotor.
Pengelolaan Sampah Makanan
Selain aspek kesehatan, Ombudsman juga mengingatkan pentingnya manajemen limbah makanan di sekolah-sekolah. Satuan pendidikan diharapkan menyediakan tempat sampah khusus untuk sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh peserta didik. Hal ini tidak hanya mengenai kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan lingkungan hidup kepada siswa.
Maria menekankan, "Sekolah perlu mendidik siswa tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan memisahkan antara sampah organik dan non-organik. Ini seharusnya menjadi kebiasaan yang diterapkan di semua sekolah, bukan sekadar di satu atau dua sekolah saja."
Persiapan yang Lebih Matang
Maria Ulfah juga mengingatkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang perlu diiringi dengan persiapan yang lebih matang, baik dari segi logistik maupun edukasi kesehatan. Standarisasi ini berlaku tidak hanya di Kota Tarakan melainkan di seluruh Kalimantan Utara yang nantinya berencana mengadopsi program serupa.
"Standarisasi dan pengawasan dari pemerintah menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan manfaat maksimal dari program ini. Edukasi tak boleh berhenti pada keamanan makanan saja, tetapi juga mencakup pola makan seimbang dan keberlanjutan lingkungan," tegasnya.
Komitmen Semua Pihak
Pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat juga diangkat oleh Ombudsman sebagai kunci kesuksesan implementasi program ini. Untuk itu, Maria Ulfah mengajak setiap elemen masyarakat untuk bertanggung jawab dalam mensukseskan program ini. Dengan kolaborasi yang baik, program MBG diharapkan bisa berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan pendidikan anak-anak di Kaltara.
Dengan banyaknya perhatian dan penekanan terhadap berbagai aspek pelaksanaan program, diharapkan ini bukan hanya menjadi sekadar program bantuan makanan, tetapi sebuah langkah maju bagi pendidikan dan kesehatan peserta didik di Kalimantan Utara. Oleh karena itu, Ombudsman Kaltara berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan program ini agar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Mencari Pelabuhan Baru: 8 Destinasi Potensial Cristiano Ronaldo Jika Tinggalkan Al Nassr
- Kamis, 05 Februari 2026
Gejolak di Riyadh: Cristiano Ronaldo Pertimbangkan Hijrah ke Amerika Serikat Menyusul Messi
- Kamis, 05 Februari 2026
Peluang Bisnis Ramadhan: 7 Inspirasi Jualan Takjil Sehat yang Disukai Anak-Anak
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Kuliner Gudeg Autentik di Malang yang Dijamin Bikin Ketagihan
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












