Membangun Masa Depan Pendidikan Berkualitas: Ancaman dan Kesempatan di Balik Efisiensi Anggaran Pendidikan
- Jumat, 21 Februari 2025
JAKARTA - Efisiensi anggaran yang diupayakan oleh pemerintah menciptakan kekhawatiran di antara para pendidik dan ahli pendidikan. Dampak dari kebijakan ini berpotensi mengancam kualitas pendidikan di Indonesia, yang merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pakar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga, Tuti Budirahayu, turut angkat bicara mengenai bahaya potensial tersebut jika efisiensi anggaran dilakukan secara sembarangan.
“Kalau pemeliharaan atau peningkatan sarana belajar dipotong, itu sangat berbahaya. Fasilitas sekolah yang rusak, laboratorium tidak memadai, keterbatasan akses fasilitas belajar semuanya berujung pada penurunan kualitas pendidikan," tegas Tuti dalam keterangan resminya pada Kamis (20/2).
Pemotongan anggaran yang tidak tepat dapat menekan berbagai aspek vital dalam pendidikan, termasuk program pengembangan guru yang merupakan elemen kunci dalam peningkatan kompetensi pendidik. Tuti menekankan pentingnya untuk mempertimbangkan ulang setiap langkah efisiensi yang berpotensi mengkorbankan kualitas pendidikan.
“Pemangkasan untuk pelatihan guru harus dipertimbangkan matang. Jika ada efisiensi, jangan sampai program utama yang mendukung kompetensi pendidik justru dikorbankan,” tambahnya.
Transparansi Penggunaan Anggaran: Peluang di Tengah Tantangan
Dalam konteks penghematan, transparansi penggunaan anggaran pendidikan menjadi suatu keharusan. Tuti mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran dapat menjadi momen untuk menertibkan penggunaan dana pendidikan yang selama ini dinilai kurang transparan. Banyak anggaran dinilai dipergunakan secara tidak efektif dengan tujuan yang tidak jelas.
“Harus dipastikan, sektor yang dipangkas memang bukan yang esensial. Kalau menyangkut mutu pendidikan, sebaiknya jangan dipotong. Justru harus diperkuat,” lanjutnya, menekankan pentingnya audit menyeluruh dalam setiap langkah efisiensi.
Komitmen Pemerintah dalam Menjaga Mutu Pendidikan
Menghadapi kekhawatiran ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pendidikan nasional. Dalam upayanya, program-program prioritas yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat akan tetap diutamakan. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pemetaan risiko sebagai persiapan mitigasi agar kualitas pendidikan tetap terjaga meski di tengah efisiensi anggaran.
Dia menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran dilakukan dari 33,5 triliun rupiah menjadi 26,27 triliun rupiah, sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Daerah (APBN dan APBD).
“Langkah ini tetap memperhatikan keberlanjutan program pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik," tutur Abdul Mu’ti.
Mengoptimalkan Penggunaan Dana Secara Bijak
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa efisiensi anggaran harus diiringi dengan peningkatan transparansi dalam penggunaan dana yang tersedia. Tujuannya adalah memastikan dana dialokasikan pada program-program prioritas yang memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan.
“Langkah ini bertujuan memastikan bahwa alokasi dana difokuskan pada program-program prioritas yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan,” tutur Suharti.
Efisiensi anggaran di sektor pendidikan adalah langkah yang berpotensi menyeimbangkan kebutuhan fiskal negara dengan kualitas pendidikan yang tetap terjaga. Namun, pelaku kebijakan harus berhati-hati dalam pelaksanaannya agar tidak mengorbankan aspek kritis yang mempengaruhi mutu pendidikan. Langkah ini menuntut kerjasama semua pihak, termasuk dari akademisi, pemerintah, dan masyarakat umum untuk menjamin pendidikan Indonesia terus berkembang dan mampu bertahan menghadapi tantangan zaman.
Baca JugaDinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Mencari Pelabuhan Baru: 8 Destinasi Potensial Cristiano Ronaldo Jika Tinggalkan Al Nassr
- Kamis, 05 Februari 2026
Gejolak di Riyadh: Cristiano Ronaldo Pertimbangkan Hijrah ke Amerika Serikat Menyusul Messi
- Kamis, 05 Februari 2026
Peluang Bisnis Ramadhan: 7 Inspirasi Jualan Takjil Sehat yang Disukai Anak-Anak
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Kuliner Gudeg Autentik di Malang yang Dijamin Bikin Ketagihan
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












