Bank Mandiri Dorong Digitalisasi UMKM Papua dengan Livin’ Merchant dan Program MDR 0%
- Sabtu, 11 Januari 2025
Jayapura - Bank Mandiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia melalui berbagai inovasi digital, salah satunya melalui platform Livin’ Merchant. Sejak diluncurkan pada pertengahan 2023, Livin’ Merchant telah diunduh oleh lebih dari 3,2 juta pengguna dan digunakan oleh lebih dari 2,3 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Khusus di wilayah Papua, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan pesat pada jumlah pengguna Livin’ Merchant. Hingga Desember 2024, jumlah pengguna terdaftar di Bank Mandiri Region XII yang membawahi wilayah Papua tercatat mencapai lebih dari 62 ribu, meningkat 69,6% dari 37 ribu di tahun sebelumnya atau year on year (YoY).
Regional CEO Kanwil XII Bank Mandiri Wisnu Jatmiko menjelaskan, peningkatan ini menunjukkan tingginya minat pelaku UMKM terhadap solusi digital Bank Mandiri khususnya di wilayah Papua,” dalam keterangan resminya, Rabu (8/1).
Baca JugaLaporan Keuangan Perusahaan Jasa: Komponen, Cara Buat, & Contohnya
Untuk itu, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaku UMKM, Bank Mandiri juga menyediakan program Merchant Discount Rate (MDR) spesial sebesar 0% untuk transaksi menggunakan QRIS melalui Livin’ Merchant hingga 31 Desember 2025.
“Melalui program ini, kami ingin turut mengoptimalkan kinerja pelaku UMKM sehingga mereka dapat terus berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berbasis kerakyatan di Papua. Untuk mengakses program ini, pelaku UMKM cukup mengunduh aplikasi atau kunjungi bmri.id/MDRNolPersenLVM2025.,” jelasnya.
Wisnu menambahkan, aplikasi Livin’ Merchant dirancang sebagai solusi kasir digital (point of sales) yang memudahkan pelaku UMKM dalam mencatat penjualan, mengelola stok produk, dan menerima berbagai metode pembayaran, termasuk melalui QRIS yang dapat diakses oleh berbagai bank dan e-wallet.
Selain itu, aplikasi ini menawarkan kemudahan pendaftaran yang cepat tanpa biaya langganan, serta pencairan dana pada hari yang sama hingga tiga kali sehari, sehingga membantu perputaran modal kerja para pelaku usaha. Wisnu menilai, kehadiran merupakan bagian dari upaya Bank Mandiri dalam mengorkestrasi ekosistem digital yang terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada nasabah, termasuk para pelaku UMKM di Papua dan sekitarnya. Melalui Livin’ Merchant, kami berharap dapat mendorong inklusi keuangan dan memberikan kontribusi positif pada perekonomian kerakyatan," ujar Wisnu.
Hal ini lanjut Wisnu, juga menjadi bagian dari dukungan Bank Mandiri terhadap program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah. “Melalui Livin’ Merchant dan integrasi pembayaran berbasis QRIS, Bank Mandiri berupaya memperluas adopsi transaksi digital di kalangan UMKM, sehingga dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih modern, efisien, dan inklusif,” jelasnya.
Bank berlogo pita emas ini berharap, lewat berbagai inisiatif dan inovasi tersebut, dapat terus berperan sebagai agen pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui dukungan terhadap UMKM di seluruh Indonesia.
Afied
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pertumbuhan Investasi: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Bertambah 702 Ribu
- Jumat, 06 Februari 2026
Investasi Global: BEI Siapkan 3 Langkah Perbaikan Pasar Modal Usai Pertemuan dengan MSCI
- Jumat, 06 Februari 2026
Strategi Investasi: Intip Rekomendasi Saham Pilihan dan Proyeksi IHSG Hari Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
Strategi Investasi: Simak 6 Rekomendasi Saham Layak Koleksi Hari Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
Investasi Energi: Pertamina Bidik Tambahan Produksi 100.000 Barel dari Optimalisasi Ladang Tua
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Purbaya Nilai Kebijakan Terpadu Pemerintah Sukses Menguatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
PPGL Kembali Diperdagangkan, Saham Logistik Masuk Papan Pemantauan Khusus FCA
- Jumat, 06 Februari 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Data, Respons Tegas Masukan MSCI Global
- Jumat, 06 Februari 2026













