Breaking

Uniper Jual 20 persen Saham Pipa Gas OPAL untuk Penuhi Aturan Uni Eropa

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 15 September 2026
Uniper Jual 20 persen Saham Pipa Gas OPAL untuk Penuhi Aturan Uni Eropa
Ilustrasi Uniper mengumumkan kesepakatan untuk menjual 20% kepemilikannya di pipa gas OPAL kepada Hy24. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Uniper mengumumkan kesepakatan untuk menjual 20% kepemilikannya di pipa gas OPAL kepada Hy24.

Penjualan tersebut menjadi bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi Uniper berdasarkan aturan bantuan negara Uni Eropa, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Uniper akan menjual kepemilikan tersebut kepada Hy24 melalui Clean Hydrogen Infrastructure Fund.

Aset yang dilepas merupakan 100% kepemilikan Lubmin-Brandov Assets GmbH & Co. KG, yang memiliki 20% kepemilikan bersama di OPAL.

Sementara itu, 80% kepemilikan OPAL lainnya berada di tangan GASCADE Gastransport GmbH.

Kesepakatan tersebut diumumkan pada Senin. Penyelesaian transaksi masih menunggu persetujuan regulator serta tidak digunakannya hak pre-emption oleh pemilik bersama.

Pipa OPAL membentang sekitar 470 kilometer dari Lubmin di Jerman hingga Brandov di Republik Ceko.

OPAL merupakan salah satu koridor transmisi gas terbesar di Eropa.

Divestasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan bantuan negara Uni Eropa setelah pemerintah Jerman menyelamatkan Uniper pada 2022.

Pada saat itu, pemerintah Jerman menasionalisasi perusahaan guna mencegah keruntuhan yang terjadi akibat lonjakan harga gas.

Dalam transaksi tersebut, Uniper menjual seluruh kepemilikannya di Lubmin-Brandov Assets GmbH & Co. KG kepada Hy24.

Selain berperan sebagai infrastruktur gas, OPAL juga memiliki fungsi dalam proses transisi energi Jerman.

Bagian utara pipa tersebut telah dikonversi untuk jaringan hidrogen pada Desember 2025. Sementara itu, bagian selatan ditargetkan menjalani konversi serupa pada akhir 2030.

Pemerintah Jerman juga memiliki komitmen untuk menurunkan kepemilikannya di Uniper dari sekitar 99% menjadi di bawah 25% pada 2028.

Pemerintah saat ini mempertimbangkan dua opsi untuk melepas kepemilikan tersebut, yakni melalui penjualan saham atau penawaran umum perdana (IPO).

Sejumlah investor juga dilaporkan telah menunjukkan ketertarikan terhadap Uniper. Beberapa di antaranya adalah Equinor, Brookfield Asset Management, EPH milik miliarder Ceko Daniel Kretinsky, serta Taqa dari Abu Dhabi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua