Pendapatan INET Melonjak, Laba Bersih Tumbuh 340 Persen
JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada semester I-2026. Pendapatan neto perseroan meningkat hampir 20 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, INET mencatat pendapatan neto sebesar Rp 926,45 miliar. Pendapatan tersebut tumbuh 1.958,68% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dibandingkan Rp 45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong peningkatan laba bruto INET. Pada semester I-2026, laba bruto perseroan mencapai Rp 122,11 miliar, naik 627,53% secara tahunan dari Rp 16,78 miliar.
Alhasil, laba usaha INET juga mengalami peningkatan 620,84% secara tahunan menjadi Rp 71,36 miliar dalam enam bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun 2025, INET membukukan laba usaha sebesar Rp 9,90 miliar.
Dari sisi laba bersih (bottom line), INET mencatat laba periode berjalan sebesar Rp 34,21 miliar pada semester I-2026. Realisasi tersebut tumbuh 346,75% dibandingkan laba periode berjalan sebesar Rp 7,66 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INET atau laba bersih tercatat sebesar Rp 33,67 miliar. Angka tersebut meningkat 340,02% secara tahunan dari Rp 7,65 miliar pada semester I-2025.
Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif menjelaskan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026 mencerminkan penguatan skala usaha INET.
“Kinerja semester I-2026 menunjukkan INET berada pada jalur pertumbuhan yang semakin kuat dan menjadi dasar penting bagi kami untuk menjaga disiplin operasional dan memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan,” jelasnya, Senin (14/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Arif menambahkan, manajemen INET terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dengan pengendalian beban serta penguatan profitabilitas. Ia menyebut fokus INET adalah menjaga kualitas pertumbuhan agar kinerja keuangan perseroan tetap terjaga.
Dari sisi neraca, total aset INET per 30 Juni 2026 mencapai Rp 6,11 triliun. Posisi tersebut meningkat 703,69% dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 760,37 miliar.
Sementara itu, total ekuitas INET juga meningkat signifikan menjadi Rp 3,81 triliun per 30 Juni 2026. Jumlah tersebut tumbuh 787,42% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang mencapai Rp 429,21 miliar.
Adapun kas dan setara kas INET tercatat sebesar Rp 4,34 triliun per 30 Juni 2026. Nilai tersebut melonjak 972,32% dibandingkan Rp 404,44 miliar pada posisi 31 Desember 2025.