FORU Terbitkan 215,10 Miliar Saham Baru untuk Ekspansi Tambang
JAKARTA - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menyiapkan aksi penambahan modal melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 215,10 miliar saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp126 per saham, aksi rights issue tersebut berpotensi menghasilkan dana hingga Rp27,10 triliun.
Berdasarkan prospektus terbaru perseroan, setiap pemegang 100 saham lama akan mendapatkan hak untuk memperoleh 46.235 HMETD.
Pemegang saham pengendali perseroan, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), akan mengambil 165,22 miliar HMETD melalui mekanisme penyetoran modal selain uang atau inbreng.
Setoran modal tersebut berupa 49% saham PT Borneo Prima (BP) dengan nilai Rp20,82 triliun. Dengan transaksi tersebut, perseroan akan menjadi pemegang 49% saham BP.
Rencana inbreng tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD, yakni 25 September 2026. Transaksi ini tidak mengubah pengendalian BP karena IMR AH tetap menjadi pihak pengendali melalui perseroan.
Manajemen FORU menyampaikan bahwa aksi tersebut menjadi langkah awal perusahaan untuk mengalihkan arah ekspansi bisnis ke sektor pertambangan batu bara metalurgi melalui kepemilikan 49% saham di BP.
Sementara itu, dana tunai yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik akan diberikan sebagai pinjaman kepada BP.
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional serta peningkatan produksi pertambangan.
Namun, rencana pemberian pinjaman tersebut bergantung pada tingkat partisipasi pemegang saham publik. Apabila pemegang saham publik tidak menggunakan seluruh HMETD sehingga dana tunai tidak tersedia, FORU tidak akan menjalankan rencana pinjaman tersebut.
Perseroan dan BP juga belum menandatangani dokumen terkait rencana pinjaman tersebut ketika prospektus diterbitkan.
Dari sisi struktur kepemilikan, IMR AH saat ini memiliki 76,81% saham FORU. Setelah pelaksanaan PMHMETD I dengan asumsi seluruh HMETD publik tidak digunakan, kepemilikan IMR AH berpotensi meningkat menjadi 99,94%, sedangkan kepemilikan masyarakat turun menjadi 0,06%.
Perseroan mengingatkan pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD akan mengalami dilusi kepemilikan secara signifikan setelah aksi korporasi tersebut, yakni sekitar 99,78%.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 25 September hingga 6 Oktober 2026.