Breaking

IHSG Berakhir di 6.678,2, Saham INDY Naik 11,03 Persen

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 09 September 2026
IHSG Berakhir di 6.678,2, Saham INDY Naik 11,03 Persen
Ilustrasi IHSG ditutup turun 0,12% atau 8,24 poin ke level 6.678,2. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Meski indeks turun, sejumlah saham seperti INDY, AADI, AMMN, NCKL, hingga ANTM justru mencatatkan penguatan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 0,12% atau 8,24 poin ke level 6.678,2. Indeks komposit dibuka pada posisi 6.700,83 dan sempat mencapai level tertinggi 6.707,30.

Sebanyak 308 saham tercatat menguat, sementara 317 saham melemah dan 169 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar berada di posisi Rp11.700,14 triliun.

Di tengah pelemahan IHSG, saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) mencatat kenaikan 11,03% ke Rp3.120. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) juga menguat 5,96% ke Rp12.450.

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 5,14% menjadi Rp4.910 per saham.

Saham LQ45 lainnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), menguat 4,69% ke level Rp1.005. Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) turut naik 3,90% menjadi Rp3.200 per saham.

Sebelumnya, IHSG mengakhiri perdagangan sesi I dengan koreksi 0,58% ke level 6.648, setelah sempat bergerak menguat pada awal perdagangan.

Pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama cenderung berada dalam tekanan. Pelemahan indeks terutama didorong aksi jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi salah satu penekan sektor perbankan dengan koreksi 2,3%. Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 1,8%.

Saham bank BUMN lainnya juga bergerak di zona merah. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 0,9%, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 0,6%.

Pelemahan IHSG juga terjadi sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang bergerak turun hingga perdagangan siang. Pelaku pasar mengantisipasi dampak kenaikan kembali harga minyak mentah di pasar global.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua