Breaking

Penguatan Rupiah Didukung Ekspektasi Pelemahan Dolar AS dan Yen

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 05 September 2026
Penguatan Rupiah Didukung Ekspektasi Pelemahan Dolar AS dan Yen
Ilustrasi nilai tukar (FOTO : NET)

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pada akhir perdagangan Jumat (4/9). Nilai mata uang rupiah melonjak 37 poin atau 0,21 persen menuju posisi Rp17.642 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.679 per dolar AS.

Meningkatnya ekspektasi terhadap penurunan dolar AS menjadi pendorong utama penguatan rupiah. Tren apresiasi yen yang masih berlanjut juga ikut menopang penguatan mata uang rupiah.

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengemukakan, “Meningkatnya ekspektasi terhadap pelemahan dolar AS lebih lanjut, di tengah berlanjutnya apresiasi yen, turut mendukung tren penguatan rupiah,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut pengamatannya, potensi intervensi yen yang terkoordinasi beserta peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dinilai investor mampu menekan permintaan dolar AS.

Situasi ini memicu sebagian investor memindahkan aset dari dolar AS menuju mata uang Asia serta negara-negara emerging markets. Proses alokasi ulang aset tersebut memberi suntikan sentimen positif bagi rupiah.

Pernyataan dovish dari pejabat The Fed Christopher Waller turut memberikan pengaruh pada pergerakan rupiah. Waller menyebutkan bahwa ia cenderung mendukung untuk mempertahankan stance kebijakan saat ini apabila laju inflasi terus melandai.

Josua menganggap pandangan tersebut mengikis ekspektasi publik akan adanya kenaikan suku bunga pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026.

Josua menyampaikan, “Pernyataan dovish tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC September 2026, sehingga semakin menekan permintaan terhadap dolar AS,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Probabilitas peningkatan suku bunga pada rapat FOMC September 2026 terpantau berada di kisaran 50 persen hingga Jumat pagi. Di sisi lain, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia turut mencatatkan penguatan ke angka Rp17.636 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.689 per dolar AS.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua