Breaking

Penghapusan Floor Price Rp50 Dinilai JP Morgan Bawa Sentimen Positif

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 03 September 2026
Penghapusan Floor Price Rp50 Dinilai JP Morgan Bawa Sentimen Positif
Ilustrasi JP Morgan nilai penghapusan floor price Rp50 dorong likuiditas pasar saham Indonesia. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Head of Indonesia Equity Research JP Morgan, Benny Kurniawan, menilai rencana pembukaan batas harga saham mulai Rp1 berpotensi meningkatkan transparansi dan likuiditas pasar saham Indonesia. Ia menegaskan kebijakan ini tidak otomatis menjadikan pasar mirip penny stocks seperti di AS.

Benny menjelaskan, aturan batas harga minimum Rp50 selama ini menyebabkan beberapa saham tidak aktif diperdagangkan, sehingga menciptakan kendala likuiditas. Ia menambahkan, 

“Banyak investor sekarang merasa mungkin dengan adanya Rp50 itu ada downside-nya. Tapi sebenarnya tidak seperti itu, karena ada mekanisme pasar negosiasi yang OTC (over-the-counter). Jadi, kalau aturan Rp50 ini dilepas, menurut saya sentimennya seharusnya lebih positif,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), penny stocks adalah saham berharga rendah dari perusahaan kecil yang biasanya diperdagangkan secara OTC dan sulit membentuk kuotasi harga akurat dengan risiko kehilangan investasi.

Meski penghapusan floor price Rp50 dan pembukaan harga saham mulai Rp1 membawa risiko penurunan harga, Benny menilai mekanisme pasar akan menjadi lebih terbuka dan investor asing bisa menangkapnya secara positif. Ia menuturkan, 

“Kalau kita lihat pasar modal di luar, tidak ada floor price. Jadi, kalau misalnya Rp50 ini turun, seharusnya mekanisme pasar lebih berjalan. Investor yang mau beli tidak takut tidak bisa jual.”

Per 3 September 2026, BEI mencatat 58 saham dengan harga di bawah Rp50 masuk papan pemantauan khusus Full Call Auction (FCA) dan 31 saham dengan harga tepat di level Rp50.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua