Breaking

Harga CPO Naik Dongkrak Pendapatan DSNG Kuartal II 2026

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 01 September 2026
Harga CPO Naik Dongkrak Pendapatan DSNG Kuartal II 2026
Ilustrasi Harga CPO yang naik mendongkrak laba bersih PT Dharma Satya Nusantara Tbk pada kuartal II 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA — PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berhasil mempertahankan pertumbuhan laba pada semester I 2026. Kinerja ditopang kenaikan harga jual produk kelapa sawit meski produksi menurun.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa mencatat DSNG membukukan laba bersih Rp1,97 triliun, naik 7,8 persen YoY. Angka ini sudah mencapai 79 persen dari proyeksi sepanjang 2026. Pendapatan tumbuh 3,4 persen YoY menjadi Rp6,29 triliun.

Pada kuartal II 2026, laba bersih naik 34 persen QoQ menjadi Rp565 miliar. ASP CPO meningkat 6,6 persen QoQ ke Rp15.420/kg, sementara ASP PKO melonjak 20,3 persen ke Rp34.210/kg.

“Harga produk kelapa sawit yang lebih tinggi mampu mengimbangi penurunan volume, di mana harga jual rata-rata (ASP) CPO dan PKO pada semester pertama tahun 2026 masing-masing naik sebesar 2,5 persen dan 9,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp14.940/kg dan Rp32.280/kg,” tulis Yasmin dalam risetnya, 31 Agustus 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Produksi TBS turun 4,8 persen YoY menjadi 1,04 juta ton, sementara produksi CPO terkoreksi 3,8 persen YoY menjadi 299 ribu ton. Yasmin memangkas proyeksi produksi 2026, TBS diperkirakan 2,27 juta ton dan CPO 695 ribu ton.

Meski volume tertekan, prospek harga CPO dinilai positif dengan potensi pasokan global mengetat akibat El Niño dan dukungan mandatori biodiesel B50. Diskon harga sawit terhadap kedelai juga membuat CPO lebih kompetitif.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Marvin Lievincent menilai pertumbuhan laba DSNG tidak sepenuhnya ditopang operasional. Laba operasional hanya naik tipis 0,1 persen YoY ke Rp1,44 triliun, margin kotor turun dari 32,2 persen ke 31,1 persen, dan margin operasional dari 23,7 persen ke 23,0 persen.

Dukungan laba bersih datang dari penurunan beban keuangan Rp62,3 miliar serta peningkatan laba entitas asosiasi Rp38,4 miliar.

Marvin memperkirakan harga CPO yang sempat mencapai MYR4.506/ton pada Juli 2026 akan normalisasi di kisaran MYR3.800–4.300/ton.

“Risiko penurunan dari tingkat tinggi ini akan diredam oleh penerapan berkelanjutan mandat B40 Indonesia dan permintaan pangan yang stabil,” ungkap Marvin dalam risetnya, 31 Agustus 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menilai DSNG tetap solid dengan proyeksi CAGR pendapatan 11,9 persen FY24–FY29F, didukung pemulihan produksi dan permintaan domestik.

Target harga saham DSNG:

  • Yasmin: Rp2.260 per saham
  • Marvin: Rp1.760 per saham

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua