Breaking

Kabut Asap Karhutla Melemahkan Pertahanan Paru, Risiko Pneumonia Ikut Naik

RE
Senin, 31 Agustus 2026
Kabut Asap Karhutla Melemahkan Pertahanan Paru, Risiko Pneumonia Ikut Naik

TEROPONGBISNIS.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian karena dampaknya yang jauh melampaui gangguan jarak pandang. Partikel yang terhirup dari kabut asap dapat menembus bagian terdalam paru-paru dan merusak sistem pertahanan alami organ tersebut. Akibatnya, paru menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Partikel Kecil yang Menembus Pertahanan Pertama

Komponen utama yang perlu diwaspadai adalah particulate matter (PM), khususnya PM2.5. Dengan diameter tidak lebih dari 2,5 mikrometer, partikel ini cukup kecil untuk melewati saluran pernapasan bagian atas dan mencapai alveolus, kantong udara tempat terjadinya pertukaran oksigen.

Paru sebenarnya dilengkapi sistem pertahanan berlapis. Saluran pernapasan memiliki mekanisme yang disebut mucociliary clearance, bekerja layaknya sistem pembersih. Lendir menangkap partikel dan mikroorganisme, lalu silia—rambut-rambut halus—mendorongnya ke arah tenggorokan untuk dikeluarkan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut paparan partikel dapat mengurangi efektivitas mekanisme tersebut. Produksi zat antimikroba yang membantu melawan mikroorganisme juga ikut terganggu. Bakteri dan partikel asing yang seharusnya dibersihkan pun bertahan lebih lama di saluran napas.

Sel Imun yang Kehilangan Kemampuan Membunuh Bakteri

Selain sistem pembersih, paru memiliki sel imun bernama alveolar macrophage. Sel ini berperan menangkap dan menghancurkan mikroorganisme asing. Namun, mengutip jurnal Particle and Fibre Toxicology, paparan particulate matter mengganggu kemampuan makrofag melakukan fagositosis—proses menelan dan memusnahkan bakteri.

Gangguan ini berdampak langsung pada kemampuan tubuh melawan Streptococcus pneumoniae, salah satu bakteri penyebab pneumonia. Sederhananya, asap membuat "petugas kebersihan" di dalam paru tidak bekerja optimal.

Paparan asap juga merusak epithelial barrier, lapisan sel yang menjadi pertahanan pertama saluran pernapasan. Ketika lapisan ini melemah, mikroorganisme yang masuk memiliki peluang lebih besar untuk menetap dan menyebabkan infeksi.

Yang Perlu Diluruskan: Asap Bukan Penyebab Infeksi Langsung

Pneumonia adalah infeksi jaringan paru yang dipicu bakteri, virus, atau jamur. Kabut asap karhutla tidak serta-merta berubah menjadi pneumonia.

Asap berperan sebagai faktor yang menggoyang pertahanan paru sehingga risiko infeksi meningkat. Artinya, seseorang yang terpapar asap dalam intensitas tinggi lebih berisiko, terutama jika daya tahan tubuhnya sedang menurun.

Pencegahan terbaik adalah mengurangi paparan. Gunakan masker berstandar saat beraktivitas di luar ruangan, tutup jendela rumah saat kualitas udara buruk, dan segera konsultasi ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau demam tinggi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua