Breaking

TOBA Masuk Tahap Kelima Diversifikasi, Investor Cermati Margin

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 27 Agustus 2026
TOBA Masuk Tahap Kelima Diversifikasi, Investor Cermati Margin
Ilustrasi Diversifikasi TOBA meliputi energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pengelolaan limbah sebagai strategi transisi energi. (sumber foto: NET)

JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mulai tampil berbeda dibanding mayoritas emiten batubara nasional. Porsi pendapatan non-coal perseroan kini sudah melampaui 60%, menandakan diversifikasi bisnis yang semakin dominan.

Dalam laporan Indonesia’s Coal Sector: Outlook, Risks, and Mitigation Strategies edisi Agustus 2026, Energy Shift Institute (ESI) menilai risiko industri batubara Indonesia semakin bersifat struktural, mulai dari ketergantungan ekspor ke China dan India, dominasi cadangan berkalori rendah, hingga tekanan kebijakan domestik. 

Diversifikasi bisnis pun menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap batubara.

ESI memetakan TOBA sebagai emiten dengan tingkat diversifikasi paling tinggi, meski profitabilitas belum sepenuhnya meningkat. Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai perubahan revenue mix TOBA menjadi indikator penting transformasi bisnis.

“Yang menarik dari TBS adalah transformasinya mulai terlihat di revenue mix. Artinya, perusahaan sudah bergerak dari tahap membangun narasi dan aset baru menuju fase kontribusi non-coal semakin nyata,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Diversifikasi TOBA mencakup tiga lini utama:

  • Energi terbarukan
  • Kendaraan listrik
  • Pengelolaan limbah

Ketiganya terkait erat dengan tema transisi energi dan pengelolaan lingkungan. Namun, ESI menempatkan TOBA dalam kategori high diversification–low operating margin, mencerminkan tantangan mengubah pertumbuhan non-coal menjadi profitabilitas.

Azis menekankan tahap berikutnya adalah monetisasi. Investor akan menilai apakah lini non-coal mampu meningkatkan skala usaha, memperbaiki margin, dan memberi kontribusi laba lebih besar. 

Dalam kerangka tujuh tahapan diversifikasi ESI, TOBA sudah mencapai tahap kelima, yakni perubahan bauran pendapatan. Tahap berikutnya akan menentukan dampak terhadap margin dan penurunan risiko bisnis.

“Kalau kontribusi non-coal terus meningkat dan mulai diikuti perbaikan margin, transformasi TOBA akan semakin lengkap. Diversifikasi kemudian terlihat dari kualitas laba dan penurunan risiko bisnis,” jelas Azis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua