Breaking

Saham BTEL Bertambah 16,5 persen Setelah Konversi OWK, Ini Pemegangnya

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 24 Agustus 2026
Saham BTEL Bertambah 16,5 persen Setelah Konversi OWK, Ini Pemegangnya
Ilustrasi Struktur pemegang saham BTEL kini melibatkan enam pihak yang mengonversi OWK menjadi saham. (sumber foto: NET)

JAKARTA – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), salah satu bagian dari Grup Djarum, resmi menjadi pemegang saham signifikan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Protelindo memperoleh saham BTEL melalui konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK). Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Agustus 2026, Protelindo kini menguasai 4,85 miliar saham BTEL atau setara 10,86% dari total saham.

Transaksi tersebut dilakukan pada 20 Agustus 2026 dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham. Sebelum transaksi, Protelindo belum memiliki saham BTEL secara langsung.

Jumlah saham yang diperoleh Protelindo melalui konversi OWK mencapai 4.846.785.385 saham biasa.

Kepemilikan tersebut tercatat sebagai kepemilikan langsung. Meski porsinya telah melampaui 10% hak suara, Protelindo menegaskan tidak menjadi pemegang saham pengendali BTEL.

Struktur Pemegang Saham
Masuknya Protelindo menambah komposisi pemegang saham signifikan di BTEL. Berdasarkan data terakhir di Bursa Efek Indonesia, struktur kepemilikan saham BTEL terdiri dari:

Raiffeisen Bank International AG Singapore Branch S/A Best Quality Global Limited sebesar 5,77% atau 2,21 miliar saham.

  • PT Bakrie Global Ventura sebesar 6,89% atau 2,64 miliar saham.
  • PT Huawei Tech Investment sebesar 16,13% atau 6,19 miliar saham.
  • PT Bioful ICPD3103J7636021NDO Sumatra sebesar 8,21% atau 3,14 miliar saham.
  • PT Mahindo Agung Sentosa sebesar 13,05% atau 5 miliar saham.
  • Protelindo sebesar 10,86% atau 4,85 miliar saham.
  • Masyarakat sebesar 49,65% atau 19,03 miliar saham.

Selain Protelindo, terdapat enam pihak lain yang melakukan konversi OWK menjadi saham BTEL. Rinciannya sebagai berikut:

  • PT Inti Bangun Sejahtera Tbk mengonversi OWK menjadi 250,81 juta saham.
  • PT Komet Infra Nusantara mengonversi OWK menjadi 47,36 juta saham.
  • PT Solusi Tunas Pratama Tbk mengonversi OWK menjadi 888,12 juta saham.
  • PT Sarana Inti Persada mengonversi OWK menjadi 35,51 juta saham.
  • PT Reka Jasa Akses mengonversi OWK menjadi 247,50 juta saham.

Secara keseluruhan, saham hasil pelaksanaan konversi OWK pada 20 Agustus 2026 mencapai 6.316.077.218 saham.

Sebelum konversi dilakukan, jumlah saham BTEL yang tercatat di BEI sebanyak 38.330.244.255 saham.

Setelah penambahan saham hasil konversi, jumlah saham BTEL yang tercatat di bursa meningkat menjadi 44.646.321.473 saham per 20 Agustus 2026.

Dengan demikian, aksi konversi OWK tersebut meningkatkan jumlah saham BTEL yang tercatat di BEI sekitar 16,5% dibandingkan jumlah sebelumnya.

Penambahan saham ini perlu dicermati investor karena dapat meningkatkan likuiditas perdagangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham lama.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua