Breaking

Lonjakan Harga Perak Dorong Saham Tambang dan ETF Naik Lebih Cepat

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 22 Agustus 2026
Lonjakan Harga Perak Dorong Saham Tambang dan ETF Naik Lebih Cepat
Ilustrasi perak (FOTO : NET)

NEW YORK – Lonjakan harga perak mendorong saham produsen dan ETF tambang naik lebih cepat dari logamnya. Harga perak melonjak sekitar 20% sepanjang Agustus dan menyentuh US$70 per ons pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Penguatan tersebut terjadi setelah keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menggandakan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang memperpanjang momentum kenaikan logam mulia. Harga perak di pasar spot mencapai US$70 per ons pada 21 Agustus sebelum sedikit terkoreksi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Angka tersebut meningkat tajam dari sekitar US$57,59 per ons pada akhir Juli. Kenaikan pesat tersebut membuat harga perak telah melampaui sejumlah proyeksi rata-rata tahunan bank besar.

Namun, level tersebut masih berada di bawah sejumlah target akhir tahun yang lebih optimistis. Saham perusahaan pertambangan perak bahkan menguat lebih cepat.

Investor meningkatkan eksposur terhadap produsen besar, perusahaan streaming, serta ETF yang berfokus pada perusahaan tambang perak dan memperbesar dampak kenaikan harga logam. Hecla Mining, produsen perak terbesar di AS, mencatat kenaikan saham sebesar 47% sepanjang Agustus.

Kinerja tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan kenaikan harga perak. Wheaton Precious Metals naik 44%, sedangkan Coeur Mining, First Majestic Silver, dan Fortuna Mining masing-masing menguat 42%.

Silvercorp Metals meningkat 36%. Sementara itu, Global X Silver Miners ETF naik 35% dan ETFMG Prime Junior Silver Miners ETF, yang berfokus pada perusahaan pengembang tambang berukuran lebih kecil, menguat 32%.

Pan American Silver, produsen perak primer terbesar di dunia, naik 22%. Meski menjadi kenaikan terendah di antara sejumlah perusahaan besar tersebut, kinerjanya masih melampaui kenaikan harga perak yang sekitar 20%.

Penguatan saham tambang menunjukkan besarnya sensitivitas sektor tersebut terhadap pergerakan harga perak. Namun, efek yang sama juga dapat memperbesar kerugian apabila harga logam tersebut berbalik turun.

Proyeksi bank-bank besar terhadap harga perak masih sangat beragam, mencerminkan ketidakpastian mengenai sejauh mana reli dapat berlanjut setelah kenaikan tajam pada Agustus. UBS menargetkan harga perak mencapai US$80 per ons pada akhir tahun, sementara J.P. Morgan memperkirakan level tertinggi US$85 pada kuartal IV dan memperingatkan potensi penurunan hingga US$50.

Goldman Sachs memperkirakan rata-rata harga tahunan berada di kisaran US$85-US$100. Citigroup lebih optimistis dengan target US$110 untuk paruh kedua tahun ini dan kisaran jangka menengah US$110-US$150.

CIBC menargetkan sekitar US$105 pada akhir tahun, sedangkan BNP Paribas memperkirakan sekitar US$100. Di sisi yang lebih konservatif, ING memproyeksikan harga US$74 pada kuartal IV dan HSBC memperkirakan rata-rata tahunan US$75.

Commerzbank memiliki target US$67 pada akhir tahun, meski tetap mempertahankan target jangka panjang US$90. Bank of America memiliki proyeksi dasar rata-rata tahunan US$85,93 dan memperkirakan harga perak dapat menembus US$100 pada kuartal IV.

Dalam skenario ekstrem, bank tersebut memperkirakan harga bisa mencapai US$135-US$309 jika rasio emas terhadap perak turun tajam. BMO Capital Markets memperkirakan rata-rata tahunan US$74,50, dengan skenario bullish US$160 pada kuartal IV.

Sementara TD Securities memiliki proyeksi puncak tertinggi, yakni US$118, meski proyeksi dasar rata-rata tahunannya hanya US$44. Scotiabank memperkirakan rata-rata tahunan US$65, sedangkan Royal Bank of Canada mempertahankan pandangan outperform dengan kisaran pemulihan sekitar US$75 hingga 2027.

Dengan harga yang sudah mencapai US$70 per ons, perak telah melampaui sejumlah proyeksi dasar bank. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan permintaan investasi mempertahankan momentum dan mendorong harga menuju kisaran target US$74-US$100 yang kini semakin banyak diproyeksikan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua