Breaking

Investor Butuh Bukti Monetisasi AI, Saham Teknologi Masih Jadi Preferensi Utama

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 18 Agustus 2026
Investor Butuh Bukti Monetisasi AI, Saham Teknologi Masih Jadi Preferensi Utama
Ilustrasi Manajer dana Asia beralih ke investasi defensif amid kekhawatiran monetisasi AI. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Manajer dana Asia tengah bergerak menuju investasi defensif seiring meningkatnya kekhawatiran tentang imbal hasil kecerdasan buatan (AI), menurut Survei Manajer Dana Asia Agustus milik Bank of America yang dirilis Selasa ini.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 59 persen manajer dana kini melindungi diri dari risiko penurunan AI dengan memindahkan dana ke sektor nilai, siklikal, dan defensif.

Angka ini lebih dari dua kali lipat persentase yang tercatat pada Juli lalu.

Saham teknologi tetap berada di urutan teratas preferensi investor.

Hampir dua pertiga investor menyatakan bahwa mereka membutuhkan bukti yang lebih jelas mengenai monetisasi AI sebelum menambah eksposur pada saham-saham terkait AI.

Dalam hal kebijakan moneter, hampir 60 persen peserta survei memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga paling cepat bulan depan.

Hal ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom Bank of America.

Sebagian besar investor memandang USD/JPY di level 165 sebagai level yang kemungkinan akan mendorong intervensi oleh otoritas Jepang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua