Breaking

Harga Brent Turun Minyak Mematahkan Reli Enam Hari Menurut Deutsche Bank

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 15 Agustus 2026
Harga Brent Turun Minyak Mematahkan Reli Enam Hari Menurut Deutsche Bank
Ilustrasi Brent Turun Minyak Mematahkan Reli Enam Hari (FOTO : NET)

JAKARTA – Analis Deutsche Bank menyoroti bahwa Brent Oil akhirnya mematahkan reli kenaikan enam hari berturut-turut, dengan harga pullback secara moderat seiring sebagian premi risiko geopolitik terkikis. Meski volatilitas dalam perdagangan harian terkait berita Houthi dan Iran masih terjadi, bank tersebut mencatat bahwa pasar produk olahan tetap ketat dan Brent masih jauh di atas level sebelum perang Iran.

"Selama 24 jam meengalirnya waktu, para investor terus mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed, mendorong S&P 500 (+0,65%) ke level tertinggi baru. Katalis terbesar adalah kejutan penurunan pada data inflasi IHP AS, sementara harga minyak yang lebih rendah memberi dorongan tambahan bagi kubu dovish, dengan minyak mentah Brent (-2,15%) akhirnya mematahkan reli kenaikan enam hari berturut-turut" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Momentum dovish mendapat bantuan lebih lanjut kemarin dari harga minyak yang lebih rendah, yang akhirnya mengakhiri kenaikannya selama pekan lalu. Penurunannya tidak terlalu besar, tetapi minyak mentah Brent turun -2,15% pada penutupan ke US$87,07/barel, mengakhiri reli 6 kenaikan harian berturut-turut." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Brent memang naik dari terendah dalam perdagangan harian di US$87,07/barel setelah kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan bahwa Houthi menargetkan kilang Aramco di wilayah Jizan. Dan sebelumnya pada sesi tersebut, IRIB milik negara Iran mengutip juru bicara komando militer gabungan, yang mengatakan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz tanpa persetujuan." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Namun secara keseluruhan, tanpa adanya berita material, sebagian kenaikan terbaru dalam premi risiko geopolitik telah terkikis dari pasar minyak, tidak terkecuali mengingat besarnya pengiriman terbaru melalui Hormuz dengan transfer shuttle dan kapal yang beroperasi tanpa transponder. " sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Jadi meskipun harga minyak mentah turun lebih dari 25% dari puncaknya pada musim semi, penurunan harga produk olahan jauh lebih moderat. Sebagai gambaran, sementara minyak mentah Brent kini +20% di atas level sebelum perang Iran, harga bensin grosir AS sekitar +50% lebih tinggi dan harga diesel Eropa sekitar +60% lebih tinggi." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua