Breaking

Nilai Transaksi QRIS Antarnegara Melesat hingga Rp2,71 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 09 Juli 2026
Nilai Transaksi QRIS Antarnegara Melesat hingga Rp2,71 Triliun
ILUSTRASI, Nilai transaksi QRIS Antarnegara mencapai Rp2,71 triliun pada Januari–Mei 2026. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - Pemanfaatan QRIS Cross Border terus mengalami lonjakan yang signifikan sejalan dengan semakin tingginya adopsi sistem pembayaran digital antarnegara. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), nilai transaksi QRIS Antarnegara menyentuh angka Rp2,71 triliun selama periode Januari sampai Mei 2026.

Menurut penjelasan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, perolehan tersebut melesat 380% secara tahunan (year on year/yoy) jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang berada di angka kisaran Rp564 miliar. 

Ditinjau dari aspek volume, jumlah transaksi QRIS Cross Border mencatatkan sekitar 2,06 juta transaksi sampai Mei 2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 339% (yoy) dari periode Januari–Mei 2025.

"Secara umum, peningkatan transaksi QRIS Antarnegara mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran berbasis QR untuk transaksi lintas negara," ujar Filianingsih, Rabu (8/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Transaksi Inbound Masih Mendominasi

Jika dilihat dari jenis transaksinya, QRIS Cross Border masih didominasi oleh aktivitas inbound, yaitu transaksi dari pelancong asing yang memakai instrumen pembayaran QR asal negara mereka sewaktu berbelanja di Indonesia. 

Angka transaksi inbound dilaporkan menyentuh Rp2,25 triliun atau berkontribusi sekitar 83% dari keseluruhan total transaksi QRIS Antarnegara sepanjang lima bulan pertama pada tahun 2026.

Turis dari Malaysia menjadi kontributor utama dengan nominal transaksi berkisar Rp1,30 triliun atau setara dengan 57,8% dari total transaksi inbound. Urutan selanjutnya disusul oleh wisatawan dari Tiongkok yang membukukan nilai transaksi berkisar Rp875,05 koma miliar atau sebesar 39%.

Di sisi lain, untuk transaksi outbound alias pemakaian QRIS oleh warga negara Indonesia sewaktu berada di luar negeri tercatat menyentuh Rp466,11 miliar. 

Negara Malaysia pun menjadi destinasi utama untuk transaksi outbound dengan nominal berkisar Rp233,95 miliar atau setara 50,2% dari akumulasi transaksi. Posisi berikutnya ditempati oleh Thailand dengan perolehan nilai transaksi sekitar Rp154,36 miar atau mencapai 33,1%.

Menurut Filianingsih, akselerasi transaksi QRIS Cross Border dipicu oleh kenaikan mobilitas publik, pulihnya sektor pariwisata, dan kian masifnya jalinan kerja sama sistem pembayaran internasional oleh Bank Indonesia. "Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas pariwisata, serta perluasan kerja sama QRIS Antarnegara yang terus dilakukan Bank Indonesia bersama mitra di berbagai negara," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BTN Optimistis Transaksi Terus Bertumbuh

Sinyal positif kenaikan ini turut dijumpai pada perputaran transaksi QRIS Cross Border yang difasilitasi oleh sektor perbankan. Salah satu contohnya ialah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), yang memasang target agar pertumbuhan transaksi tetap berada di level tinggi selama tahun 2026.

BTN mengincar akselerasi transaksi QRIS Cross Border di angka 30% sampai 50% secara tahunan, baik ditinjau dari nominal maupun jumlah volume transaksinya. 

Bidikan tersebut didorong atas kian bertambahnya daftar negara yang terintegrasi ke dalam ekosistem QRIS Cross Border sekaligus meningkatnya tren kesukaan masyarakat dalam memilih opsi pembayaran digital ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi memaparkan, per Juni 2026 aktivitas transaksi QRIS Cross Border melalui BTN sudah memperlihatkan kemajuan yang berarti. 

Bila ditinjau dari kuantitas transaksi, lonjakannya menyentuh lebih dari 158% jika dibandingkan masa awal penerapan pada Maret 2025. 

Sedangkan dari aspek volume, transaksi melonjak di atas 179%. "Saat ini, layanan QRIS Cross Border melalui Balé by BTN telah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok," ujar Thomas, Rabu (8/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dipaparkan oleh Thomas, laju kenaikan transaksi tidak semata-mata dipicu oleh semakin banyaknya negara tujuan yang melayani pembayaran via QRIS Cross Border. 

Mobilitas warga yang kian tinggi guna berwisata, urusan bisnis, ataupun menempuh pendidikan pun menjadi pendorong utama. 

Ditambah lagi, publik sekarang makin gemar memanfaatkan sistem transaksi digital lantaran dinilai jauh lebih praktis, aman, dan nyaman sewaktu bertransaksi di mancanegara. "Kami secara aktif mendorong pemanfaatan layanan ini melalui berbagai program promosi. Salah satunya adalah program Connect the World, yang memberikan cashback sebesar 15% hingga maksimal Rp1 juta bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan QRIS Balé by BTN di luar negeri. Program ini tidak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga mendorong penggunaan QRIS Cross Border secara berkelanjutan," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna merealisasikan target pertumbuhan pada tahun ini, pihak BTN bakal konsisten menggencarkan promosi, mengintensifkan edukasi bagi para nasabah, menyokong perluasan integrasi jaringan pembayaran antarnegara berkolaborasi dengan Bank Indonesia, sekaligus menjamin keandalan, keamanan, serta kenyamanan operasional layanan QRIS Cross Border. 

Thomas merasa optimis bahwa transaksi QRIS Cross Border bakal terus menanjak sejalan dengan bertambahnya jalinan kerja sama antarnegara, penguatan literasi digital publik, serta makin luasnya cakupan ekosistem sistem pembayaran digital lintas batas negara.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua