Breaking

Agrinas Siapkan Rp300 Miliar Demi Operasikan Pabrik Biodiesel Riau

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 07 Juli 2026
Agrinas Siapkan Rp300 Miliar Demi Operasikan Pabrik Biodiesel Riau
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani. (Dok Agrinas)

JAKARTA — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bergegas memulihkan kembali operasional fasilitas pengolahan biodiesel yang berlokasi di Rengat, Riau. Agenda reaktivasi ini diproyeksikan mulai berjalan secara produktif menyeluruh pada penghujung tahun 2027. 

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani memaparkan bahwa kebijakan tersebut bertindak sebagai bagian dari amanat otoritas pemerintah demi menyokong program kemandirian pangan dan energi nasional. 

“Kami akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, sebesar 600.000 ton. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi karena ini sebenarnya hanya reaktivasi saja," ujar Ghani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026). 

Dia mengimbuhkan pihak korporasi telah merampungkan kajian kelayakan (feasibility study/FS) bagi proyek terkait. Pada fase ini, jajaran manajemen tinggal mengeksekusi tahapan tender rekonstruksi fasilitas pabrik yang sudah sekian lama berhenti beroperasi. 

“Tinggal mau saya tenderkan sebentar lagi. Itu perbaikan saja karena sudah rusak. Kapasitasnya 600.000 ton, biayanya murah tidak sampai Rp300 miliar,” ujarnya.

Di samping sektor biodiesel, Agrinas turut mengagendakan pembangunan unit pabrik hilirisasi bioetanol berbahan baku singkong. 

Kompleks pengolahan anyar tersebut diproyeksikan mempunyai kapasitas output mencapai 185.000 ton serta ditargetkan selesai di masa depan.

Rencana hilirisasi sektor energi ini bergulir selaras dengan instruksi baru yang diamanatkan kepada pihak perseroan dari Kementerian Pertanian. 

Agrinas Palma diberi mandat guna memperlebar cakupan kawasan pertanian dalam skala masif di luar areal tata kelola perkebunan kelapa sawit. 

Instruksi dari Kementan tersebut meliputi perluasan areal kebun sawit seluas 400.000 hektare, budi daya tanaman kedelai seluas 400.000 hektare, jagung seluas 250.000 hektare, serta penyediaan 300.000 hektare lahan singkong yang kelak diproyeksikan selaku pasokan bahan baku unit pabrik bioetanol.

Taktik ekspansi bisnis menuju ranah energi hijau serta ketahanan pangan ini diharapkan mampu mengerek rapor performa keuangan pihak perseroan. 

Sepanjang tahun buku 2025, Agrinas Palma terdokumentasi baru mengantongi perolehan laba bersih senilai Rp2,7 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua