Breaking

Optimistis, Grup Martha Tilaar Incar Penjualan 25 Persen di 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
Optimistis, Grup Martha Tilaar Incar Penjualan 25 Persen di 2026
ILUSTRASI, Grup Martha Tilaar optimistis menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 25 persen pada 2026. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Martina Berto Tbk. (MBTO), emiten kosmetik di bawah naungan Grup Martha Tilaar, menyatakan keyakinan tingginya terhadap prospek pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia. Keyakinan ini tetap terjaga meskipun daya beli masyarakat saat ini dinilai belum sepenuhnya pulih. Pihak perseroan memandang bahwa fenomena lipstick effect serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan kecantikan menjadi faktor utama yang menjaga tingginya permintaan produk perawatan diri.

Fenomena lipstick effect sendiri dijelaskan sebagai perilaku konsumen yang tetap membeli produk-produk kecil sebagai bentuk penghargaan atau rasa nyaman bagi diri sendiri di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Barang-barang yang dibeli ini biasanya bukan merupakan kebutuhan pokok, namun masih memiliki harga yang terjangkau.

Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil, menyatakan bahwa fenomena lipstick effect ini berpotensi berlangsung cukup lama. Oleh sebab itu, perseroan berupaya menangkap peluang tersebut dengan terus memperkuat portofolio produk mereka.

"Lipstick effect bisa saja bersifat sementara, tetapi juga bisa berlangsung lebih panjang. Kami selalu ingin mengambil peluang itu," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Kamis (2/7/2026).

Selain itu, ia menyampaikan bahwa industri kecantikan kini posisinya semakin mendekati kebutuhan primer, khususnya bagi kaum perempuan. Menurut pandangannya, nilai industri kecantikan masih sanggup tumbuh di kisaran rata-rata 7% hingga 9% tiap tahunnya dengan potensi ekspansi yang masih terbuka lebar, terutama untuk wilayah di luar Pulau Jawa.

"Prospek industri kecantikan sangat baik. Konsumen tetap memiliki daya beli meski tidak luar biasa. Selain itu, masyarakat semakin sadar akan pentingnya beauty dan wellness, didukung berkembangnya pengalaman berbelanja secara online maupun offline, serta pertumbuhan ritel modern dan general trade," imbuhnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Manajemen perseroan juga mencatat bahwa segmen kosmetik dan perawatan tubuh untuk pria mulai berkembang dan memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru dalam beberapa tahun ke depan.

Memanfaatkan optimisme tersebut, MBTO mematok target penjualan bersih sepanjang tahun 2026 sebesar Rp501 miliar, atau meningkat sekitar 24,8% dibandingkan dengan hasil audit tahun 2025. Sementara itu, laba bersih diharapkan dapat mencapai angka Rp24,8 miliar. Pencapaian ini direncanakan akan didukung oleh peningkatan penjualan di berbagai kategori, seperti make up, skin care, body care, hair care, serta produk jamu. Perseroan juga mengandalkan kontribusi dari unit usaha manufaktur PT Cedefindo, Martha Tilaar Shop, jaringan ritel modern, toko fisik, serta penjualan daring.

Selain memperluas pasar, MBTO konsisten mempertajam strategi pada segmen masstige atau produk premium yang dibanderol dengan harga terjangkau. Langkah ini telah diterapkan selama lebih dari satu dekade melalui merek seperti Biokos Martha Tilaar dan Sariayu Martha Tilaar. Untuk menyasar pasar premium, perseroan menyediakan Professional Artist Cosmetics Martha Tilaar serta Dewi Sri Spa Martha Tilaar.

"Semakin menyasar kelas menengah atas dan atas, margin per unit semakin baik. Di segmen bawah margin relatif tipis sehingga membutuhkan volume yang besar, sedangkan produk premium memberikan nilai yang lebih tinggi," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun menyadari persaingan industri kian ketat dengan hadirnya pemain baru, MBTO mengambil langkah strategis dengan merangkul beberapa kompetitor menjadi mitra bisnis melalui PT Cedefindo.

"Kami tidak melihat pesaing sebagai musuh. Banyak merek juga memproduksi produknya di fasilitas Cedefindo sehingga kami memperoleh pendapatan baik dari penjualan produk sendiri maupun jasa manufaktur," kata Bryan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pihak MBTO menyatakan akan memperketat efisiensi untuk menjaga margin keuntungan. Kebijakan penyesuaian harga barang akan dilakukan secara selektif dengan tetap memprioritaskan daya saing produk.

Adapun kinerja keuangan MBTO pada kuartal I/2026 menunjukkan pemulihan signifikan. Perseroan berhasil mencatatkan penjualan neto Rp113,06 miliar (tumbuh 23,91% secara year on year) dan membukukan laba bersih Rp14,93 miliar, berbalik positif dari rugi bersih Rp967,43 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua