Breaking

Resmi Esa Medika Mandiri Tetapkan Harga IPO Rupiah 470

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 02 Juli 2026
Resmi Esa Medika Mandiri Tetapkan Harga IPO Rupiah 470
ILUSTRASI, PT Esa Medika Mandiri tetapkan harga IPO Rp470 per saham dengan target dana Rp245,7 miliar. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) telah menetapkan harga final untuk aksi penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp470 per lembar. Nominal ini berada di titik tengah dari kisaran harga penawaran awal (book building) yang sebelumnya berada di rentang Rp446 sampai Rp515.

Esa Medika bersiap melepaskan sebanyak 522,85 juta lembar saham ke publik, jumlah yang setara dengan 30 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui aksi korporasi tersebut, korporasi ini berpeluang mengantongi dana segar hingga Rp245,7 miliar.

Berdasarkan informasi dari prospektus tambahan IPO yang diterbitkan pada Rabu (1/7/2026), emiten penyedia alat kesehatan (alkes) tersebut menyepakati harga final seusai berdiskusi dengan pihak penjamin pelaksana emisi efek.

Keputusan ini diambil setelah memantau minat para pemodal yang masuk sepanjang periode penawaran awal pada tanggal 22-24 Juni kemarin.

"Penetapan harga penawaran Rp470 mempertimbangkan hasil book building yang telah dilakukan penjamin pelaksana emisi efek dengan melakukan penjajakan kepada para investor di pasar domestik," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui penentuan harga IPO sebesar Rp470 ini, valuasi Price Earnings Ratio (PER) perusahaan bertengger di level 16,80 kali, sementara rasio Price Book Value (PBV) berada di posisi 1,98 kali. Kondisi tersebut terpantau berada sedikit di atas rata-rata industri yang mencatatkan PER sebesar 15,96 kali dan PBV sebesar 1,44 kali.

Bukan itu saja, korporasi tersebut kini juga menggandeng dua penjamin emisi efek (underwriter) baru, yakni Yulie Sekuritas serta Investindo Nusantara Sekuritas.

Pada mulanya, jalannya proses IPO EMMI ini ditangani oleh dua penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter), yaitu BRI Danareksa Sekuritas beserta Ina Sekuritas.

Ina Sekuritas memperoleh porsi jatah saham IPO EMMI yang paling dominan, yakni mencapai 57,85 persen, lalu diikuti oleh BRI Danareksa Sekuritas yang menguasai porsi 29,93 persen.

Di sisi lain, dua underwriter yang baru saja ikut bergabung, yakni Yulie Sekuritas dan Investindo Nusantara Sekuritas, masing-masing memperoleh pembagian alokasi jatah sebesar 12,21 persen serta 0,02 persen.

Periode penawaran umum (offering) bagi IPO EMMI ini diagendakan bergulir dari tanggal 2 hingga 6 Juli. Setelah itu, proses penjatahan beserta distribusi saham dijadwalkan terlaksana pada 6 dan 7 Juli, sampai pada akhirnya saham emiten ini bakal resmi tercatat (listing) di BEI per tanggal 8 Juli.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua