Breaking

IHSG Tertekan Sentimen Global, Sektor Poultry Dinilai Menarik

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 01 Juli 2026
IHSG Tertekan Sentimen Global, Sektor Poultry Dinilai Menarik
Ilustrasi: IHSG ditutup melemah 3,05 persen ke level 5.643,1 pada akhir Juni 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan tertekan akibat pengaruh sentimen global dan sejumlah tantangan dari dalam negeri.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan bahwa meski ketegangan geopolitik mulai mereda, pasar masih dibayangi ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama di Amerika Serikat.

Saat ini, Federal Funds Rate (FFR) berada di level 3,75 persen dan berpotensi naik hingga mencapai 4,25 persen pada akhir tahun.

IHSG pada Selasa (30/6/2026) ditutup anjlok 177,6 poin atau 3,05 persen ke level 5.643,1.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 direvisi menjadi 3,1 persen, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap di kisaran 5 persen.

"Meredanya risiko geopolitik memberikan sentimen positif bagi pasar. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun membuat kondisi moneter global masih cenderung ketat sehingga volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi," ujar Rully sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Investor juga mencermati berbagai faktor domestik, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah hingga potensi twin deficit.

"Ke depan, pemulihan pasar Indonesia akan sangat ditentukan oleh kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik. Karena itu, investor perlu tetap berfokus pada fundamental dan lebih selektif dalam menentukan strategi investasinya," tambah Rully sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Kristo Saragih, melihat sektor poultry menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati saat ini.

Konsumsi daging ayam di Indonesia masih jauh di bawah Malaysia dan Vietnam, sehingga menunjukkan ruang pertumbuhan yang besar.

Sektor poultry berpotensi mencatatkan peningkatan profitabilitas yang didukung oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pasokan yang terkendali.

"Kami melihat sektor poultry memasuki fase yang lebih menarik dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir. Dengan pasokan yang lebih terkendali dan permintaan yang terus bertumbuh, profitabilitas industri berpotensi meningkat sehingga membuka peluang investasi yang menarik bagi investor," kata Andreas sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Francisca Gerungan, menuturkan bahwa diversifikasi menjadi kunci dalam membangun portofolio investasi di tengah volatilitas pasar.

"Diversifikasi membantu investor mengelola risiko sekaligus tetap menangkap peluang investasi di berbagai kondisi pasar. Dengan memilih kombinasi instrumen yang tepat sesuai profil risiko, investor dapat membangun portofolio yang lebih seimbang untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang," ujar Francisca sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua