Breaking

Laba Bersih Pertamina Tumbuh Jadi Rp 55,20 Triliun pada Tahun Lalu

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 25 Juni 2026
Laba Bersih Pertamina Tumbuh Jadi Rp 55,20 Triliun pada Tahun Lalu
ILUSTRASI, pertamina (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) telah menjabarkan hasil kinerja keuangan dan operasional mereka untuk tahun buku 2025. Perusahaan pelat merah di bidang energi ini berhasil meraih laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau setara Rp 55,20 triliun sepanjang tahun lalu.

Pada periode yang sama, nilai pendapatan yang dibukukan Pertamina mencapai US$ 70,89 miliar atau berkisar Rp 1.167,99 triliun. Sementara itu, capaian EBITDA perusahaan tercatat sebesar US$ 11,43 miliar atau setara Rp 188,33 triliun.

Merujuk pada laporan keuangan tahun buku 2025, keuntungan bersih yang diperoleh Pertamina justru meningkat walaupun angka penjualan dan pendapatan usaha mereka mengalami penurunan.

Sepanjang tahun lalu, total nilai penjualan dan pendapatan usaha lainnya menyusut sebesar 5,88% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 75,32 miliar menjadi US$ 70,89 miliar.

Meski begitu, Pertamina berhasil menekan pos beban pokok penjualan beserta beban langsung lainnya hingga 7,06% (yoy) dari sebelumnya US$ 65,24 miliar menjadi US$ 60,63 miliar.

Hal ini berhasil mendongkrak perolehan laba bruto Pertamina sebesar 1,88% (yoy) dari US$ 10,07 miliar menjadi US$ 10,26 miliar.

Di bagian bottom line, Pertamina mencatatkan keuntungan tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 3,35 miliar pada 2025.

Keuntungan bersih ini tumbuh sebesar 7,37% jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 3,12 miliar.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa capaian tersebut merefleksikan fundamental bisnis yang tetap kuat, sekaligus membuktikan efektivitas strategi perseroan dalam menjaga kinerja di semua lini bisnis energi.

Di samping itu, Pertamina juga menyetorkan kontribusi kepada negara sebesar Rp 360,76 triliun melalui instrumen pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dividen.

Pertamina pun merealisasikan investasi di dalam negeri sekitar USD 5,9 dipotong atau setara Rp 97,20 triliun.

Keberhasilan lainnya yang diraih adalah penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) senilai Rp 531,5 triliun yang turut memberikan multiplier effect bagi perekonomian domestik.

Untuk kinerja di sektor hulu, sepanjang tahun 2025 jumlah produksi minyak dan gas (migas) konsisten dipertahankan pada level di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).

Sementara di sektor pengolahan, perseroan mencetak Yield Valuable Product sebesar 83,7%, atau meningkat dari tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, fasilitas kilang Pertamina juga mengolah volume intake hingga menembus 333 juta barel.

Pada sektor hilir, fasilitas kilang Pertamina memasok sekitar 70% dari total kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.

Di sisi lain, lini bisnis gas menunjukkan kinerja yang positif dengan volume transmisi gas mencapai 587 BSCF atau tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya, serta volume niaga gas yang stabil di angka 305 juta MMBTU.

Untuk sektor logistik maritim, volume kargo domestik maupun internasional yang diangkut berhasil mencapai 172 juta KL.

Pertamina juga terus memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan sektor energi baru dan terbarukan. Sepanjang tahun 2025, angka produksi listrik menyentuh 8.711 GWh atau naik 3% dari tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, Pertamina menerapkan berbagai program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis yang sukses memangkas emisi karbon hingga 2,27 juta ton CO2e sepanjang tahun 2025.

Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan Pertamina dalam memenuhi target Net Zero Emission (NZE).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Simon melalui rilis yang disiarkan pada Rabu (24/6/2026).

Simon menambahkan, mengusung pendekatan yang berfokus pada ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterjangkauan harga (affordability), dan keberterimaan (acceptability) energi bagi masyarakat.

Hasil capaian kinerja tahun buku 2025 ini sebelumnya telah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan di Jakarta pada Selasa (23/6/2026).

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan bilang, apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan yang diberikan sepanjang tahun 2025.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua