Breaking

Bursa Wall Street Bervariasi, Sektor Teknologi Kembali Tertekan

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 25 Juni 2026
Bursa Wall Street Bervariasi, Sektor Teknologi Kembali Tertekan
Ilustrasi: Indeks Nasdaq melemah akibat tekanan pada saham semikonduktor di Wall Street. (Gambar: NET)

NEW YORK – Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026) waktu setempat akibat berlanjutnya aksi jual pada saham-saham semikonduktor. Tekanan pada sektor chip kembali menyeret Nasdaq ke zona merah sementara investor menanti laporan keuangan produsen memori Micron Technology yang dinilai menjadi penentu arah pasar teknologi dalam jangka pendek sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Nasdaq Composite turun 0,43 persen ke level 25.476,64, sedangkan S&P 500 melemah 0,1 persen menjadi 7.358,22. Dow Jones Industrial Average justru masih mampu menguat 182,06 poin atau 0,35 persen ke level 51.848,9.

Sentimen negatif terutama berasal dari sektor semikonduktor yang kembali mengalami aksi jual setelah koreksi tajam sehari sebelumnya. Saham Micron Technology ditutup turun 0,3 persen dan Sandisk melemah 2,5 persen setelah sebelumnya merosot sekitar 13 persen pada Selasa.

Tekanan juga terlihat pada VanEck Semiconductor ETF (SMH) yang mencerminkan kinerja saham-saham chip global. ETF tersebut masih berada dalam tekanan setelah anjlok sekitar 7 persen sehari sebelumnya, meski hanya turun tipis pada Rabu.

Pelaku pasar kini menunggu laporan keuangan Micron yang dirilis setelah penutupan perdagangan. Konsensus analis yang dihimpun FactSet memperkirakan perusahaan membukukan laba US$ 20,83 per saham dengan pendapatan mencapai US$ 35,75 miliar.

Koreksi sektor teknologi kali ini dinilai sebagai bentuk penyesuaian setelah reli panjang yang mendorong valuasi saham-saham teknologi ke level tinggi. Chief Investment Officer RGA Investments, Rick Gardner, menyatakan bahwa pelemahan sektor teknologi merupakan koreksi yang sehat setelah kenaikan yang sangat agresif sepanjang tahun.

“Investor mulai menyadari bahwa ekspektasi laba perusahaan teknologi sangat tinggi. Koreksi ini lebih mencerminkan penyesuaian ekspektasi menjelang musim laporan keuangan yang dimulai kembali pada Juli,” ujar Gardner sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Saham Micron masih mencatat kenaikan signifikan sepanjang 2026 dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada awal pekan ini meski terkoreksi dalam beberapa sesi terakhir. Pasar juga dipengaruhi oleh anjloknya harga minyak dunia selain tekanan dari sektor teknologi.

Harga minyak Brent turun 4,33 persen menjadi US$ 73,74 per barel sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 3,92 persen ke level US$ 70,34 per barel. Penurunan harga minyak menyeret saham-saham energi seperti Exxon Mobil, Chevron, ConocoPhillips, dan SLB yang masing-masing turun lebih dari 2 persen sementara Energy Select Sector SPDR ETF (XLE) melemah lebih dari 1 persen.

Turunnya harga energi turut mendorong penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Yield Treasury tenor 10 tahun turun ke bawah 4,5 persen yang mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset yang dianggap lebih aman di tengah volatilitas pasar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua